Jalur Evakuasi Dipersiapkan, Tsunami 20 Meter Ancam Sukabumi

  • Whatsapp
Alat pendeteksi tsunami

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa saat ini jalur evakuasi sedang dipersiapkan dalam rangka menghadapi potensi terjadinya ancaman tsunami. Sebelumnya Tim Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) merilis terkait adanya kemungkinan terjadinya tsunami.

Sri Widiyantoro, selaku peneliti TIB mengemukakan bahwa ketinggian tsunami diperkirakan hingga 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di pantai selatan Jawa Timur. Adapun ketinggian maksimum rata-rata adalah 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa yang terjadi secara bersamaan.

Bacaan Lainnya

“Potensi tsunami yang dirilis oleh ITB disebabkan oleh megathrust dengan kekuatan magnitudo sampai 8,7. Secara teori seperti itu sebab megathrust yang bergerak tapi kalau sesar Cimandiri yang bergerak tidak bakal seperti itu gambarannya. Jadi hasil ITB itu sesar mana megathrust atau sesar Cimandiri-nya,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman.

Eka juga mengatakan bahwa program jalur evakuasi tsunami sedang dipersiapkan dan dibuat oleh BMKG. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat yang difokuskan untuk mitigasi di kawasan Palabuhanratu.

“Bagaimana kita menyiasati potensi tsunami tersebut. Berapa menit air sampai ke darat, seperti apakah masyarakat menghadapinya. Karena memang masyarakat Palabuhanratu dan Ujung Genteng terutama pantai selatan sudah sedikit pernah terlatih dengan kejadian tsunami di Banten. Sudah pernah terpapar mitigasinya tinggal sekarang tingkat kesadaran masyarakatnya saja,” ujar Eka.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa pada prinsipnya fenomena dan bencana alam tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, begitupun potensi gempa megathrust dan tsunami.

Seperti yang telah dilakukan oleh Pemrpvo Jabar dan BMKG yang telah merilis siaga darurat kekeringan pada 1 Agustus hingga Oktober 2020 yang pada faktanya malah terjadi banjir bandang di Sukabumi.

“Bisa meleset, bisa benar. Tapi setidaknya kita punya perencanaan, persiapan. Itu yang paling penting. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dibantu oleh tim ahli di bidangnya. Jadi kita tak terlalu melenceng,” ungkap Eka. (dtk/rs)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *