Jalan Lingsel Sukabumi Berbahaya, GMNI Pertanyakan Kinerja Dinas Bina Marga Jabar

Jalan-Lingkar-Selatan-Sukabumi
BUTUH PERBAIKAN: Jalur Lingkar Selatan yang kondisinya rusak.

SUKABUMI – Dewan Perwakilan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sukabumi, menyoroti kinerja UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat. Pasalnya, banyak kerusakan jalan berstatus provinsi hinga bertahun tidak kunjung diperbaiki.

Ketua DPC GMNI Sukabumi, Anggi FauziĀ mengungkapkan, kerusakan jalan bertatus provinsi ini banyak terjadi khususnya di Jalur Lingkar Selatan dan Jalan Palabuhan II. “Kami dari GMNI, menyoroti bagai mana kinerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar dalam menyikapi persoalan kerusakan jalan tersebut,” ungap Anggi kepada Radar Sukabumi, Rabu (15/6).

Bacaan Lainnya

Lanjut Anggi, kerusakan jalan sangat berdampak terhadap masyarakat khususnya para pengendara yang kerap menjadi korban akibat kecelakaan lalu lintas. Sebab itu, kerusakan jalan bukan merupakan hal sepele tetapi perlu adanya perhatian serius dari dinas terkait. “Kerusakan jalan itu kan sudah berlangsung beberapa tahun sehingga angka kecelakaan cukup tinggi, hampir setiap bulan ada pengendara yang kecelakaan apalgi di Jalur Lingsel,” ujarnya.

Angi menilai, Dinas Bina Marga Provinsi Jabar slow respon terhadap masyarakat yang mengeluhkan kerusakan jalan khususnya Jalur Lingkar Selatan dan Jalan Palabuhan II. “Kami menilai Dinas Bina Marga tutup mata dalam menyikapi persolan tersebut. Karena kerusakan jalan yang terjadi sudah beberapa tahun sampai saat ini belum ada perbaikan,” cetusnya.

Menurutnya, dinas harusnya responsif dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait jalan rusak tersebut. “Ya, jangan sampai di Jalan Papabuhan II tepatnya daerah Cikembar kejadian seperti di daerah Cicurug tepat nya di kp benda dimana masyarakat protes hingga terjadi penutupan jalan. Jika masih belum ada perbaikan, kami dari GMNI akan memastikan keluhan masyarakat ini dapat direspon dinas terkait,” bebernya.

Ada beberapa hal yang harus dievaluasi dinas, sambung Anggi, misalnya saja seperti akibat saluran air yang tidak berpungsi normal sehingga ketika musim hujan air meluap ke jalan. Hal itu, mengakibatkan terjadinya kerusakan jalan. “Karena itu, dinas harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki saluran air yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan keterangan dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat. (bam/radar sukabumi)

Jalur Lingkar Selatan Sukabumi

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan