BERITA UTAMAJAWA BARAT

Jabar Siaga I

×

Jabar Siaga I

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Kepolisian Jawa Barat menetapkan siaga satu pascaledakan yang terjadi di Surabaya dan penembakan empat terduga teroris di Cianjur, Minggu (13/5) kemarin. Dengan status siaga satu ini, Polda Jabar terus meningkatkan keamanan masyarakat Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadan dan pengaman di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan pascaledakan bom di Surabaya. “Kita siaga satu dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan tingkatkan pengamanan,” kata Trunoyudo kepada JawaPos.com, Bandung, kemarin (14/5).

Bank bjb Tandamata

Dengan mengingkatkan pengamanan dan kewaspadaan lanjutnya, dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan-kegiatan. Yakni dengan cara preventif, deteksi kerawanan, juga pencegahan.

Langkah tersebut, upaya kepolisian memberikan rasa aman kepada masyarakat Jabar. Karena, setelah ledakan bom di beberapa Gereja dan tempat di Jawa Timur muncul berita-berita bohong atau hoax. Karena para teror tersebut menargetkan beberapa subjek diantaranya orang dan tempat-tempat tertentu.

Agar tidak termakan berita hoax, masyarakat diimbau untuk menyerap informasi dari sumber yang benar. Dalam hal ini, semua sumber informasi terkait adanya kejadian bom di Jawa Timur itu dari Polri, sedangkan kejadian di Jabar informasi dari pihak Kepolisian Jabar.

“Kan sudah dijelaskan oleh Kapolri, Kabid humas. Untuk wilayah Jabar tentunya dari kepolisian dan tidak mencari sumber-sumber yang dibuat hoax kemudian diserap masing-masing, bahkan dishare tanpa disadari berita itu hoax,” jelasnya.

Pertama mencari sumber informasi yang benar dan valid yakni kepolisian. Masyarakat bisa akses informasi lewat media sosial, televisi dan lainnya yang bersumber dari kepolisian.

Sehingga ketika mendapat informasi dari pesan singkat Whatapp, diharap tidak langsung percaya namun cek terlebih dahulu kebenarannya. Sehingga, masyarakat tidak akan termakan berita hoax yang bisa membuat keresahan, juga tidak termasuk individu penyebar hoax. (ona/JPC)