Impor Beras Hancurkan Semangat Petani Kadistan Sudrajat Bilang Begini

  • Whatsapp
PANEN RAYA : Salah seorang petani di Kabupaten Sukabumi saat memanen padi disawah beberapa waktu lalu.

SUKABUMI — Rencana impor beras 1 juta ton oleh pemerintah pusat menjadi sorotan sejumlah pihak. Termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Sukabum, karena memang sejak Februari lalu petani di Sukabumi mulai melaksanakan panen raya.

Wacana impor beras tersebut, dikomentari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat. Menurutnya, pemerintah pusat harus melihat situasi dan kondisi pertanian di Indonesia. Jangan sampai, ketika harga gabah pada panen raya turun, beban petani ditambah dengan wacana impor beras.

Bacaan Lainnya

“Produk padi melimpah, khususnya di Kabupaten Sukabumi, ini malah mau impor beras? Itu artinya mereka di atas tidak sayang petani, malah menghancukan semangat petani,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi, Rabu (17/3/2021).

Sudrajat mengungkapkan, Februari 2021 merupakan masa panen raya, hasil penanaman pada akhir tahun lalu. Di bulan ini, hasil panen raya diklaim bakal surplus karena didukung oleh banyak faktor.

“Oktober sampai Desember 2020, realisasi penanaman padi melebihi dari target sebesar 42 ribu hektar, artinya pada Februari ini direncanakan akan panen raya, soal hasilnya cukup optimis karena didukung dengan ketersediaan air yang melimpah,” sebutnya.

Sebelumnya, produksi padi di Kabupaten Sukabumi dalam musim pertama panen 2020 lalu surplus hingga 124.077 ton. Jumlah ini mampu memenuhi kebutuhan warga hingga 11 bulan ke depan.

”Secara keseluruhan surplus beras pada panen raya pertama ini sebanyak 73.494 hektare atau setara beras 187.065 ton dikurangi kebutuhan beras selama 3 bulan atau 62.998 ton. Sehingga surplusnya sebanyak 124.077 ton atau setara persedian cukup untuk 11 bulan ke depan,” bebernya.

Rinciannya, kata Sudrajat, panen raya padi bulan Februari seluas 32.295 hektare atau setara beras 126.146 ton. Kebutuhan beras per bulan 20.996 ton, sehingga surplus sebanyak 105.146 ton cukup untuk lima bulan ke depan. Panen raya di bulan Maret seluas 30.342 hektare atau setara beras 97.519 ton di kurangi kebutuhan beras per bulan 20.996 ton. Maka surplusnya 97.519 ton cukup untuk persediaan 4 bulan ke depan.

“Selanjutnya panen raya padi di bulan April seluas 10.857 hektare atau setara dengan beras 42.407 ton dikurangi kebutuhan beras per bulan 20.996 ton. Sehingga surplusnya 21.411 ton. “Panen rata pada bulan ini pun optimis surplus jika dilihat dari luapan tanam yang telah dicapai,” pungkasnya. (upi/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *