Warga setempat menyatakan penolakan keras terhadap keberadaan pelaku di lingkungan mereka demi mencegah trauma berkepanjangan pada anak-anak.
“Hasil musyawarah warga di masjid, kami menolak keberadaan pelaku jika kembali ke kampung ini. Kasihan anak-anak, trauma mereka bisa semakin berat,” pungkas Hendra.(den/t)



