Hergun Memanjakan Keinginan Petani

Saat ini, kekurangan air bersih kerap terjadi di berbagai wilayah Sukabumi saat dilanda kekeringan. Untuk itu, ia berharap program pembangunan sumur bor dengan kedalaman 150 meter ini, dapat dilakukan secara berkelanjutan dan kedepannya dapat dibuat di dekat masjid-masjid, sekolah, kelurahan dan di desa-desa.

“Hal ini, perlu dilakukan untuk kepentingan umum sehingga dapat dimanfatkan oleh segenap warga Sukabumi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sementara bantuan alat mesin pertanian yang diberikan kepada kelompok tani ini, merupakan serangkaian Hari Tani Nasional (HTN) yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 24 September 2018. Menurutnya, Nengara Indonesia sudah 58 tahun telah memiliki Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Citarum, Ir Bob Arthur L, mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana air baku yang merupakan bantuan dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat berupa sumur bor ini, memiliki kedalaman sekitar 150 meter.

“Sumur bor ini, dapat menghasilkan debit air sebesar 7 liter per detik. Sementara, untuk pelaksanaan pembangunan dimulai dari April sampai Agustus 2018 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,3 miliar yang bersumber dari APBN,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan RI Ir. Pending Dadih Permana, mengatakan, seluruh stakehoalder diharapkan dapat berperan aktif dan bekerjasama untuk melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Lantaran, gerakan percepatan olah tanah dan tanam merupakan bagian hal yang terpenting karena berpacu dengan waktu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *