Heboh soal Teror Hantu Wanita Warudoyong, MUI Kota Sukabumi Angkat Bicara

DITEROR: Sejumlah warga Warudoyong RT3/2, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, diteror hantu wanita, belum lama ini.(FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Pasca hebohnya warga Warudoyong RT3/2, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, digegerkan adanya teror hantu wanita yang gentayangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi angkat bicara bahwa tidak ada orang yang meninggal bergentayangan lantaran ruhnya sudah berada di alam barzah.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, M Kusoy mengatakan, dalam Islam tidak dikenal istilah ruh gentayangan atau ruh kembali ke alam dunia, mendatangi kerabat. Islam mengajarkan, ruh orang yang telah meninggal berada di alam lain yaitu, alam kubur.

Bacaan Lainnya

“Allah menciptakan jin dan manusia. Jin tidak memiliki jasad sehingga bisa merasuk kepada siapa saja seperti orang kesurupan, sementara manusia diciptakan memiliki jasad sehingga ketika meninggal dunia ruhnya itu berada di alam barzah jadi tidak mungkin gentayangan,” kata Kusoy kepada Radar Sukabumi, Minggu (31/10).

Mengingat hal itu, jika ada seperti bayangan, suara atau hal tak lajim lainnya dipastikan bukan ruh orang yang meninggal gentayangan tetapi hal itu merupakan ulah dari jin.

“Ya, yang gentayangan itu jin kalau ruh tidak mungkin gentayangan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua RT (03/02) Hamzah Arfah (33 tahun) membenarkan, beberapa bulan ini terdapat teror hantu wanita bahkan saat ini warga ketakutan ketika keluar malam.

“Kalau video kuntilanak yang beredar itu tidak benar. Tapi, teror dari hantu perempuan itu memang ada bahkan warga saat ini banyak yang ketakutan ketika keluar malam,” kata Hamzah.

Hamzah menduga, teror hantu wanita ini terjadi karena ada salah satu warga yang berprofesi sebagai pemendu lagu ditempat hiburan malam yang meninggal akibat overdosis pada enam bulan lalu.

“Ada warga kami yang meninggal oper dosis di Surabaya, semenjak dia meninggal banyak laporan warga jika malam hari sering terdengar suara tangisan,” imbuhnya.

Sementara salah satu warga Saefudin Selamet (34 tahun) memaparkan, hantu wanita itu sering menggangu warga.

“Ada yang di colek, terus ada yang mendengar suara tangisan, bahkan rumah kakak saya yang buka warung suka diketuk-ketuk pintunya karena semasa hidupnya suka beli rokok,” bebernya.

Adapun, warga yang diganggu kebanyakan teman dekat semasa masih hidupnya.

“Jadi teman-teman dekatnya suka kesurupan, hari kemarin juga ada yang kesurupan, jadi warga di sini setiap malam juga masih merasa ketakutan, dan isu hantu perempuan tersebut semua warga sudah mengetahuinya,” pungkasnya. (bam)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *