Hayu Urang Milih

  • Whatsapp

BANDUNG – Suasana debat publik Pilgub Jawa Barat 2018 berjalan lancar dan sejuk. Debat ketiga yang digelar di Grand Ballroom Sudirman, Kota Bandung, Jumat (22/6) malam itu, terlihat berbeda dibanding dua kali pelaksanaan debat sebelumnya.

Kali ini, tak ada sesi tanya-jawab antara para paslon. Semua pertanyaan hanya berasal dari panelis. Paslon hanya diberi berkesempatan menjawab sedangkan paslon lain hanya diberi kesempatan menanggapi tanpa memberikan pertanyaan.

Bacaan Lainnya

Di awal kegiatan, masing-masing paslon diberikan kesempatan untuk memamerkan programnya jika terpilih menjadi pemenang pilgub. Dengan lugas, para kandidat memaparkan programnya meski waktu yang diberikan sangat terbatas. Selain itu, berbagai program unggulan para paslon juga terungkap dalam sesi tanya-jawab panelis-paslon yang ditanggapi paslon lain.

Di bidang kesehatan misalnya, pasangan nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi) dan nomor urut dua Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sama-sama ingin membangun rumah sakit rujukan baru di beberapa daerah di Jawa Barat. Sebab, saat ini rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Jawa Barat hanya ada satu, yaitu RS Hasan Sadikin di Kota Bandung.

Paslon nomor urut satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) juga ingin memaksimalkan hak kesehatan bagi masyarakat. Pihaknya ingin mendorong agar fasilitas kesehatan bisa dinikmati secara gratis oleh warga, terutama bagi yang tidak mampu.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *