SUKABUMI – Pelanggaran demi pelanggaran masih saja terjadi selama pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Mulai dari tidak memakai masker, berkerumun dan lainnya. Hal ini pula yang membuat Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi berang.
Bahkan, orang nomor satu di Kota Sukabumi ini mengancam akan menutup Jalan A Yani, Kecamatan Cikole yang selama ini menjadi pusat keramaian apabila masyarakat tetap tidak mentaai anjuran saat mengunjungi kawasan pusat pembelanjaan tersebut.
Potensi rencana penutupan ini, besar kemungkinan terjadi setelah hasil evaluasi PSBB hari kedua yang menunjukan adanya peningkatan aktivitas di Jalan A Yani.
Menurutnya, hasil evaluasinya terjadi peningakatan keramaian karena libur nasional. Sehingga, banyak masyarakat yang keluar rumah.
“Hasil evaluasi hari kedua pelaksanaan PSBB, memang terjadi peningkatan aktivitas manusia. Mungkin karena kan libur nasional, sehingga banyak masyarakat yang keluar rumah,” aku Fahmi kepada Radar Sukabumi, Kamis (7/5).
Selain itu, masyarakat yang memadati kawasan pembelajaan di Jalan A Yani, mayoritas warga dari luar Kota Sukabumi.
Kemudian, berbelanja baju lebaran rupanya sudah menjadi tradisi sehingga toko baju di Kota Sukabumi menjelang lebaran ini dipadati masyarakat.
“Sebenarnya kebanyakan masyarakat kami yakini sudah tahu PSBB di Kota Sukabumi, namun memang berbelanja baju lebaran sudah menjadi budaya,” ujarnya.
Kondisi itu, lanjut Fahmi menjadi evaluasinya. Tidak menutup kemungkinan, kedepan bakal menambah rekayasa lalu lintas. Bahkan, jika memang aktivitas masyarakat terus meningkat, bisa saja Jalan A Yani ditutup.
“Rencana penutupan Jalan A Yani kita akan evaluasi, sangat memungkinkan ditutup jika memang masyarakat terus memadati kawasan Tersebut. Yang pasti, kami bakal terus melakukan evaluasi setiap harinya bersama Forkopimda dan menyiapkan desain-desainnya,” pungkasnya. (Upi)






