Harga Telur Ayam Naik, Kerek Inflasi Kota Sukabumi

MAHAL: Konsumen sedang memilih-milih telur di salah satu lapak pedagang pasar tradisional di Kota Sukabumi. Naiknya harga telur di November 2020 mengakibatkan inflasi di Kota Sukabumi sebesar 0,35 persen. (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi mensurvei perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2020, secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Sukabumi pada November 2020 terjadi inflasi sebesar 0,35 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,67 pada Oktober 2020 menjadi 105,04 pada November 2020. Tingkat inflasi tahun kalender November 2020 sebesar 1,25 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2020 terhadap November 2019) sebesar 1,52 persen.

Bacaan Lainnya

Kepada Radar Sukabumi, Kepala Seksi (Kasi) Distribusi BPS Kota Sukabumi Sri Rachmawati mengatakan, di November 2020 dari sebelas kelompok pengeluaran, tiga kelompok diantaranya memberikan andil inflasi. Sementara delapan kelompok lainnya tidak memberikan andil terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi.

Adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil sumbangan inflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,84 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,45 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0.08 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,03 persen.

Sementara empat kelompok lainnya yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok pendidikan dan Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks harga.

“Adapun untuk kelompok penyumbang terbesar di November 2020 ada pada Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen,”ungkap Sri Rachmawati, Selasa (15/12).

Dijelaskannya, dari tiga sub kelompok yang ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau semua sub kelompok mengalami inflasi, seperti sub kelompok makanan mengalami inflasi sebesar 1,10 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dan sub kelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,50 persen.

“Hasil survey yang menyebabkan inflasi di Kota Sukabumi ada di telur ayam ras penyumbang terbesar inflasi, karena memang saat itu harga telur ayam ras sedang naik sehingga berpengaruh pada tingkat kenaikan harga konsumen,” pungkasnya. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *