Terpisah, Ketua Basarnas Sukabumi, Paber Sinaga mengatakan saat ini, pihaknya bersama BPBD, Damkar dan pemerintah setempat mengevakuasi warga ke arah Kiaralawang dan ke daerah daratan yang lebih tinggi karena kepanikan. “Warga yang panik masih mengungsi di dataran lebih tinggi karena ketakutan. Tapi, sebagian lagi sudah kembai ke rumahnya masing-masing,” akunya.
Ketua Sarda Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq mengatakan, berdasaran pantau dan laporan dari relawan di lapangan, air laut di pantai Selatan Sukabumi mulai dari pantai Ujung Genteng, Ciwaru dan pantai Palabuhanratu, kondisi aman dan tidak pasang surut. Sehingga, dapat dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
“Untuk wilayah di pantai Ujung Genteng, saat ini sudah ada sebagian warga yang dievakuasi ke kantor desa setempat. Namun, untuk wilayah Palabuhanratu, warga di evakuasi ke daerah Kiaralawang. Hal ini, dilakukan sebagai salah satu bentuk antipasipasi air pasang atau gempa susulan,” katanya.
Terkait bencana yang terjadi, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, berdasarkan survai petugas dilapangan, saat ini kondisi dan situasi dari setiap kecamatan yang lokasinya berada di pesisir pantai Selatan Sukabumi, kondisinya aman dan terkendali. “Meski demikian, warga disarankan agar tetap siaga dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya,” pinta Marwan.
Sedangkan, Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, gempa tektonik yang menggungguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa ini, berada pada koordinat 7,54 LS dan 104,58 BT. “Gempa dengan kedalaman 10 kilomter ini, menimbulkan potensi tsunami. Untuk itu, wilayah perairan Selatan Sukabumi statusnya waspada,” jelas Tony.
Untuk itu, BMKG Bandung menghimbau kepada seluruh warga agar memperhatikan situasi. Seperti kondisi air laut bila terjadi surut disarankan agar melakukan evakuasi. “Saya menghimbau kepada masyarakat di wilayah dengan status waspada supaya memperhatik sungai,” pintanya.
BMKG sendiri sudah menarik status peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa di perairan Banten. “Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag: 7,4 pada 02 Aguatus 2019 pukul 19:03:25 WIB, dinyatakan telah berakhir,” twit BMKG melalui akun @infoBMKG di Twitter. (den/e)






