BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Gempa..Warga Masih Mengungsi, Puluhan Rumah Alami Kerusakan

×

Gempa..Warga Masih Mengungsi, Puluhan Rumah Alami Kerusakan

Sebarkan artikel ini

Salah seorang warga Kampung Kiaralawang, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Firman Hidayat (35) mengatakan, saat terjadi gempa tersebut warga Palabuhanratu langsung ke luar rumah dan berlari ke daerah dataran tinggi dengan jarak sekitar tiga kilometer dari lokasi bibir pantai. “Banyak warga yang mengungsi ke rumah saudaranya, karena khawatir terjadi tsunami,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (2/8).

Hal serupa juga dilakukan warga di dua desa yakni Desa Ujung Genteng dan Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap. Mereka berhamburan dan mengungsi ke dataran lebih tinggi. Apalagi, pesisir pantai Ujung Genteng masuk kategori status waspada tsunami.

Bank bjb Tandamata

Camat Ciracap, Asep Mulyadi mengatakan, akibat guncangan gempa ini, hampir seluruh warga di Desa Pangumbangan dan Desa Ujung Genteng telah dievakuasi oleh Muspika Kecamatan Ciracap ke daerah dataran tinggi. “Tadi memang waktu gempa, air sempat naik sedikit. Namun, tidak lama kemudian air kembali normal,” jelas Asep.

Warga dari dua desa ini, dievakusi ke kantor desa dan kebun karet yang lokasinya berada di dataran tinggi. “Untuk ibu-ibu, mungkin mereka akan menginap sementara waktu disini (aula desa). Namun, untuk bapak-bapaknya saat ini masih berjaga di rumahnya masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,” timpalnya.

Ia pun terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk TNI dan Polri. Bahkan, dirinya mengajak warga ikut bersama-sama menjaga rumah yang ditinggalkan penduduk.

“Saat ini, kami bersama Polri dan TNI masih melakukan penyisiran di lokasi pantai, dikhawatirkan terjadi bencana susulan. Namun, untuk sementara waktu, kondisi air masih tetap normal dan tidak terjadi pasang surut,” ujarnya.