Untuk itu, FKSD Kabupaten Sukabumi terus menghimbau kepada seluruh nelayan melalui HNSI agar untuk sementara waktu tidak pergi melaut.
“Sehubungan dengan intensitas gelombang yang cukup tinggi, meskipun itu statusnya di tengah, tetapi berdampak juga ke dalam teluk.
Kita sudah menghimbau melalui HNSI kalau terpaksa nelayan melaut, untuk meningkatkan kewaspadaan,” paparnya.
Meski begitu, pihaknya mengharapkan kepada seluruh nelayan supaya untuk semantara tidak dulu melaut, karena dikhawarirkan terjadi hal-hak yang tidak diinginkan.
“Karena memang ketika perahu jenis congkreng, maka gelombang tiga meter cukup riskan. Apalagi di atas tiga meter gelombangnya,” ujarnya.
Saat ini, untuk sementara memang intensitas masyarakat yang bekerja sebagai nelayan yang melaut agak sedikit berkurang dengan suasana seperti ini. Namun, karena kebutuhan ekonomi mereka tetap ada juga yang nekad pergi melaut.
“Untuk itu, nelayan harus tetap waspada. Seperti melengkapi alat safety, minimal bawa pelampung,” pungkasnya. (Den)






