Gawat, Kabupaten Sukabumi Darurat Kekerasan Seksual, Enam Anak Jadi Korban

Kapolres Sukabumi saat merilis para tersangka perbuatan kekerasan kepada enam anak
KASUS ASUSIAL : Kapolres Sukabumi saat merilis para tersangka perbuatan kekerasan kepada enam anak yang ada di Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI — Prihatin, enam anak di Kabupaten Sukabumi harus pasrah mendapatkan kekerasan seksual dari orang dewasa. Berdasarkan rilis yang publikasi oleh Polres Sukabumi, enam anak tersebut menjadi korban dari hasil pengungkapan kasus dalam waktu dua bulan terakhir.

Informasi didapat ke enam tersangka yang telah diamankan polisi yakni berinisial SG (39) warga Surade, IS (43) warga Kalapa Nunggal, US (65) warga kecamatan Cibadak, W (55) warga kecamatan Palabuhanratu, PM (21) warga Cibadak dan DE (18) merupakan warga kecamatan Nagrak.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengungkapkan SG telah melakukan rudapaksa terhadap anak tirinya yang masih berusia 16 tahun. Pelaku melakukan perbuatan bejatnya sebanyak 7 kali, dengan motif dari pengakuannya terpaksa melakukan hal tersebut karena istrinya sedang bekerja diluar negeri.

Kemudian tersangka lainnya, kata Dedy berinisial IS (43) warga Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapa Nunggal, melakukan persetubuhan kepada korban berusia 15 tahun dengan iming iming akan bertanggung jawab.

“Perbuatannya dilakukan sebanyak 10 kali sekitar bulan Maret 2022 di daerah Shaolin, Desa Taman Sari, Cikidang,” ungkap Dedy. Sabtu, (12/11) kemarin kepada Radar Sukabumi.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, untuk tersangka ketiga berinisial US (65) warga Kampung Kebon Kai, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, pelaku merupakan kakek korban dimana melakukaan perbuatan kejinya sebanyak 1 kali kepada korban cucu tirinya yang berusia 7 tahun.
“Modusnya korban di iming imingi wifi gratis oleh pelaku,” jelasnya.

Masih kata Dedy, untuk tersangka ke empat berinisial W (55) warga Kampung Cempaka Putih, Kecamatan Palabuhanratu, telah melakukan perbuatan rudapaksa sebanyak 2 kali di hari yang sama, berawal saat korban dititipkan pacarnya kepada pelaku, kemudian karena saat itu kondisi cuaca hujan deras korban ditarik tersangka ke dalam kamar. “Selanjutnya korban dipaksa pelaku untuj melakukan hubungan badan dengannya,” terangnya.

Tersangka ke lima, kata Dedy lagi pria berisial PM (21) warga Kampung Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, pelaku melakukan perbuatan kejinya di Kampung Pintu, Kecamatan Cibadak dengan modus pelaku awalnya korban diajak oleh temannya untuk pergi ke rumah pelaku.

“Korban diancam jika tidak mau maka temannya akan di pukuli, hingga akhirnya korban pasrah dan tetpaksa melayani pelaku,” bebernya.

Untuk tersangka lainnya, lanjut Dedy lagi pria berinisial DE (18) warga Kampung Depok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak sebelum melakukan aksinya terhadap anak yang masih berusia 15 tahun.

“Pelaku melakukan perbuatan kejinya sebanyak 2 kali di rumah pelaku, pelaku dengan korban ada hubungan asmara,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *