Gawat! Cibadak Sukabumi Sudah Mulai Rapuh

Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi saat berada di lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Cicadas Rt 04/08 Desa Neglasari Kecamatan Cibadak. FOTO: ISTIMEWA

CIBADAK – Sebanyak 14 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cicadas Rt 04/08 Desa Neglasari Kecamatan Cibadak terpaksa menikmati hari-harinya dengan penuh rasa was-was. Pasalnya, pergerakan tanah semakin meluas di rumah-rumah warga tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, pada 2018 silam, sempat terjadi peristiwa serupa di kampung tersebut. Dugaan kuat, karena intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga pergerakan tanah kembali terjadi sehinga retakan semakin membesar.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengungkapkan, pergerakan tanah di Kampung Cicadas Rt 04/08 Desa Neglasari Kecamatan Cibadak telah terjadi dua kali, setelah 2018 lalu.

“Ini kejadian kedua kali setiap 2018 lalu, dugaan sementara karena memang kontur tanah tidak kuat diguyur hujan yang intensitasnya tinggi dalam waktu belakangan ini,” terangnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi, Jumat (11/12).

Pada peristiwa kali kedua ini, tidak hanya tejadi pada titik pergerakan sebelumnya. Pergerakan tanah meluas dan terjadi pada lokasi lain. Dampaknya, retakan yang diakibatkan 2018 lalu semakin membesar.

“Untuk yang kedua kalinya retakan tersebut makin lebar dan panjang,bahkan bukan di satu titik,ada banyak titik yang mengalami keretakan,” terangnya.

Adapun kebutuhan di lokasi bencana, sehat eka, mulai dari bantuan logistik,bahan material bangunan dan sembako. Sedangkan jiwa yang terdampak sebanyak 49 jiwa.

“Mayoritas masih bertahan di rumahnya masing-masing, untuk kerugian masih dalam penghitungan,” pungkasnya. (upi/t)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *