Empat Anak di Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pemerkosaan, Polisi Ungkap Motif Para Pelaku

Kasus Pemerkosaan di Sukabumi
PRESS RILIS : Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah saat menggelar press rilis dihalaman mako polres dengan menampilkan sejumlah tersangka kasus pemerkosaan dibawah umur.

SUKABUMI — Empat orang anak dibawah umur di Kabupaten Sukabumi menjadi korban pelampiasan hawa nafsu para pelaku. Bahkan dari empat kasus asusila satu korban diketahui hamil 4 bulan. Hal tersebut terungkap saat Polres Sukabumi menggelar kasus asusila dengan 4 orang tersangka.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, untuk kasus pertama terjadi di kecamatan Cikidang, dimana seorang ayah tiri berinisial (I) tega memerkosa anaknya hingga hamil 4 bulan, kemudian untuk kasus kedua dilakukan oleh warga Palabuhanratu yang melakukan tindakan asusila di siang hari.

Bacaan Lainnya

“Warga Cikidang ini memperkosa anak tirinya masih umur 15 Tahun, sementara untuk warga Palabuhanratu BY (43) dilakukan pada anak usia 14 tahun, “jelas Kapolres

Untuk modus kasus pemerkosaan di Cikidang,  ayah tiri melakukan rudapaksa hampir setiap hari hingga korban saat ini sedang hamil 4 bulan, tersangka melakukan dengan modus bahwa tersangka ini membohongi dan akan memeberikan iming-iming diberikan handphone.

“Juga bila nanti datang bulan akan tidak sakit dan mengancam untuk tidak memberitahukan kepada ibunya, perbuatan I dilakukan saat ibu korban lagi kerja di belakang rumah. Ia melakukan aksi bejatnya siang hari, karena kalau malam pelaku, istri dan sang anak tidur bareng di rumah tersebut,” sambungnya.

Untuk modus kasus yang kedua, pelaku orang (BY (43) melakukan pemerkosaan sejak korban umur 11 tahun. Di mana awalnya pelaku bersama istri dan anaknya sering tidur bareng satu kamar, karena tergoda dengan anak tirinya saat istrinya sedang bekerja di belakang rumah pelaku melakukan perbuatan bejat dengan meremas bagian dada dan memasukan jarinya serta alat kelaminnya kepada korban.

“Kedua pelaku ayah tiri disangkakan Pasal 81 dan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” jelasnya.

Kemudian untuk kasus yang ketiga, yakni AS (43) warga kecamatan Simpenan yang rudapaksa korban berusia 16 tahun dilakukan di Cikakak penginapan Pelangi, yang mana pada saat itu pelaku mengundang, mengajak menginap korban.

“Saat itu pelaku memberikan ancaman juga, kalau tidak memenuhi kebutuhan seksnya akan dilaporkan kepada orang tua bahwa korban sering jalan dan sering keluar malam bersama teman laki-laki, sehingga korban merasa tertekan dan melayani,” terangnya.

“Untuk ancaman hukumannya 15 tahun dan pasal yang dikenakan pasal 81 dan undang-undang perlindungan anak,” tuturnya.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, untuk kasus keempat dilakukan pelaku DS (19) warga kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi yang rudapaksa korban berusia (13) merupakan pacarnya sendiri, saat itu pelaku mengajak korban ke rumah neneknya, dan di rumah tersebut tepatnya di ruang tamu pelaku menjalankan aksinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *