BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Duduk Perkara Warga Kebonpedes Sukabumi Digorok dan Dibacok Seorang Pemuda

×

Duduk Perkara Warga Kebonpedes Sukabumi Digorok dan Dibacok Seorang Pemuda

Sebarkan artikel ini
seorang pemuda berinisia DH (30) yang nekad menggorok leher salah salah seorang tokoh masyarakat, Bah Emik Hamami (80) dan membacok Bah Asep (70).
seorang pemuda berinisia DH (30) yang nekad menggorok leher salah salah seorang tokoh masyarakat, Bah Emik Hamami (80) dan membacok Bah Asep (70).

SUKABUMI — Jumat siang (28/07/2023) Warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan aksi seorang pemuda berinisia DH (30) yang nekad menggorok leher salah salah seorang tokoh masyarakat, Bah Emik Hamami (80) dan membacok Bah Asep (70).

Kejadian yang terjadi di Kampung Tanah Putih, RT 04/RW 05, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi membuat heboh warga.

Bank bjb Tandamata

Kapolsek Kobenpedes, Polres Sukabumi Kota, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, awalnya ia mengetahui kejadian tersebut bermula dari adanya informasi dari warga setempat, bahwa ada dua orang di kampung tersebut di bacok.

“Kemudian dibawa ke Puskesmas Baros oleh warga. Ini kami dapat informasi dari Kapolsek Baros. Dikarenakan, lukanya cukup serius akhirnya kedua korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin Kota Sukabumi,” kata Tommy.

Setelah itu, ia bersama sejumlah anggotanya dan Babinsa Desa Sasagaran langsung meninjau ke lokasi kejadian. Setiba di lokasi, ia bersama warga langsung melakukan pencarian hingga ke daerah perbukitan dan menyusuri sungai Cimandiri.

“Laporan tadi warga kami juga belum melakukan pengecekan karena korban dari Puskesmas Baros harus dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH didampingi anggota dari Polsek Baros sebanyak 2 orang,” bebernya.

“Korbannya ada dua orang. Korban mengalami luka leher (Bah Emik), kemudian luka pada bagian kepala, tangan dan paha lutut (Bah Asep),” paparnya.

Indikasi Jiwa Pelaku Alami Ganguan Jiwa 

Berdasarkan pemeriksaan sementara, dalam kesehariannya pelaku ini dianggap pendiam dan hidup seperti biasanya di tengah-tengah masyarakat.

“Terduga itu, belum menikah. Keterangan sementara pelaku hidup biasa saja, bahkan tadi salah satu warga yang merupakan teman kerjanya, ia itu cenderung pendiam. Jadi, pelaku ini tidak melakukan hal-hal yang sifatnya menonjol,” bebernya.