Dalam rentang waktu tersebut BMKG mengkhawatirkan hujan dapat berujung menjadi bahaya bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, puting beliung hingga hujan es di wilayah selatan Jawa Barat.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah BMKG mendapati adanya bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia sebelah barat daya Banten, dan saat ini bergerak mendekat ke wilayah darat selatan Jawa Barat.
BMKG menilai keberadaan bibit siklon ini dapat memperbesar potensi bencana, mengingat cuaca di Indonesia saat ini sudah berada pada musim hujan yang meningkat sebesar 20 persen dibandingkan kondisi normal, karena dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer seperti Madden Julian Oscilliation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, gelombang Kelvin, dan La Nina lemah.(*)






