BERITA UTAMAJAWA BARAT

Driver Ojol Asal Kebon Kalapa Sekolahkan Anaknya Hingga Kuliah

RADARSUKABUMI.com – Tekad baja Saripudin (52) seorang driver ojek online asal Kampung Kebon Kalapa RT 01/02, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) patut diancungi jempol.

Karena dengan profesi yang penghasilannya pas-pasan, dia berhasil menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Novita Pertiwi (22), putrinya kini berpredikat Sarjana S-1 dalam Program Studi Teknik Informatika pada Faklutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unjani Cimahi.

“Alhamdulillah, tidak sia-sia, anak saya sudah lulus. Saya lihat nilainya baik, dapat A,” kata Saripudin saat ditemui di Unjani Cimahi, Jumat (11/10).

Novita merupakan anak bungsu Saripudin dari pernikahannya dengan Oom Omah (45). Bahkan, seperti halnya Novita, anak pertamanya pun telah lulus D-3 di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung dari hasilnya bekerja sebagai tukang ojek sejak 20 tahun silam.

“Semua ini awalnya dari niat saja, ditambah anak-anak saya pada semangat, akhirnya bisa pada lulus,” ujarnya.

Tidak mudah bagi Saripudin untuk menyekolahkan anaknya mengingat biaya kuliah sang anak tidaklah sedikit. Apalagi bekerja sebagai tukang ojek, kerap dirinya pulang ke rumah dengan hasil tidak seperti yang diharapkan.

“Tahun 2014, anak saya masuk kuliah. Waktu itu bayarnya Rp11 juta. Saya enggak ada uang, terpaksa saya pinjam dulu demi anak saya dan saya juga memang ingin anak saya berpendidikan tinggi,” ungkapnya.

Sejak 20 tahun silam, Saripudin menjadi tukang ojek pangkalan di sekitar Pasar Antri Kota Cimahi. Namun karena menjadi ojek pangkalan semakin tergerus zaman, tiga tahun lalu dirinya memutuskan beralih menjadi driver ojek online.

“Ada lah tiga tahunan, Alhamdulillah ada rizkinya,” imbuhnya.

Penampilan Saripudin cukup mencolok. Pasalnya saat menghadiri wisuda anaknya bersama istri dan cucunya, ia tetap mengenakan jaket ojek online.

Pasca anaknya lulus, dia mengharapkan, anaknya, Novita bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dari dirinya yang hanya lulusan sekolah dasar (SD). Terlebih, jika memang ada rezeki, dirinya berkeinginan menyekolahkan anaknya sampai meraih gelar S2.

“Semoga saja ada rizkinya untuk anak saya nerusin kuliah lagi. Segini juga saya sudah sangat bangga, anak saya bisa sekolah tinggi,” tukasnya.

(gan/rmol/izo/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button