Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana ini bangunan mushola tidak bisa digunakan warga.
Lantaran, tempat ibadah tersebut, ambruk setelah tertimpa tebing setinggi lima meter dan lebar enam meter dengan ketebalan longsoran dua meter.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Karena, saat kejadian kondisi mushola tengah dalam keadaan sepi,” katanya.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Simpenan, untuk melakukan assessment dan membersihkan material longsoran yang menimbun bangunan mushola itu.
“Akibat kejadian ini, warga mengalami kerugian materil ditaksir mencapai Rp40 juta. Karena, genting dan sebagian dinding bangunan mushola itu, ambruk tertimpa material longsor,” pungkasnya. (den/d)






