SUKABUMI – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi menyediakan lahan khusus bagi petani untuk menanam pisang berbagai jenis seluas 20 hektare.
Tak hanya itu, ada 2 Ha lahan khusus lainnyaa untuk menanam pisang jenis Cavendish di Sukabumi.
Bahkan belum lama ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki secara simbolis menanam bibit pisang Cavendish di lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di wilayah Warungkiara.
“Sebetulnya itu (penanaman pisang Cavendish) bukan proyek yang baru, kita juga punya areal 20 hektare untuk tanam pisang tersebar di Kabupaten Sukabumi, tetapi jenis yang berbeda dan hari ini demplotnya 2 hektare lebih untuk tanam pisang Cavendish,” ujar kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana kepada Radar Sukabumi belum lama ini.
Ia berharap dengan adanya penanaman perdana pisang Cavendish oleh menteri dapat memicu para petani untuk ikut serta bertani pisang Cavendish. Apalagi pasarnya sudah sangat jelas, sehingga tidak kesulitan menjual produk pisangnya petani.
“Sudah off taker atau penjaminnya, sehingga sangat terbuka untuk bekerjasama dalam pemasaran hasil panen pisang dari para petani. Hal itu tentu akan berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat terutama petani,” jelasnya.
Di sisi lain, Thendy menegaskan Dinas Pertanian juga sesuai dengan kewenangan dan tupoksinya akan turut membantu kelompok tani dengan berbagai hal. “Bisa berupa bantuan pupuk, bisa bibit, bisa juga Alsintan atau alat dan mesin pertanian, termasuk pembinaanya melalui penyuluh – penyuluh pertanian,” tegasnya.
Di sisi lain, Thendy juga menyingung soal petani milenial yang saat ini terus bermunculan mewarnai sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi, sehingga dapat mendobrak perekonomian masyarakat di sektor pertanian khususnya.
“Alhamdulilah bermunculan komunitas petani muda milenian, khusus program yess saja kita punya target 10 ribu orang dan ternyata yang mendaftar sudah mencapai 13 ribu orang. Bahkan kita sudah melakukan bimtek (Bimbungan Teknik) terhadap 2.400 orang petani milenial,” tandasnya (ris)






