Dishub Kabupaten Sukabumi Larang Truk Tiga Sumbu Jalan di Jam Sibuk

Aturan-Kendaraan-Berat-di-Sukabumi

SUKABUMI – Kecelakaan yang menewaskan 10 orang di Bekasi, menjadi perhatian semua pihak. Termasuk di Kabupaten Sukabumi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi pun memperketat kebijakan agar seluruh angkutan barang jenis kendaraan angkutan AMDK dan kendaraan angkutan hasil tambang maupun truk tiga sumbu, agar tidak beroperasi di waktu jam sibuk. Baik di lintasan jalur Kabupaten Sukabumi, maupun di ruas jalan raya provinsi hingga jalan nasional.

Kadishub Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya meminta kepada para pengusaha transfotrtasi, khususnya truk sumbu tiga sumbu agar melakukan operasionalnya sesuai waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah. “Sebenarnya larangan itu tidak full pada jam operasionalnya sesuai dengan Perdanya.

Bacaan Lainnya

Jadi, truk-truk sumbu tiga sumbu itu masih tetap bisa jalan dari pukul 10.00 WIB sampai sampai pukul 05.00 WIB pagi setiap harinya. Kalau dulu memang full tidak bisa beropersasi. Intinya, kalau sekarang mereka tetap diberilan luang akan tetapi ada jadwal waktu operasinya,” kata Dedi kepada Radar Sukabumi pada Kamis (01/09).

Apabila petugas Dishub menemukan kendaraan angkutan barang maupun truk tiga sumbu beroperasi di jam sibuk seperti waktu pagi dan sore hari, pihaknya terpaksa akan memberhentikan kendaraan tersebut di sejumlah kantong parkir yang tersedia di Kabupaten Sukabumi.

“Ini kami lakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) 17 tahun 2013 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Liintas dan Angkutan Jalan Umum di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Selain memberhentikan di kantong-kantong parikir, petugas juga terus melakukan koordinasi dengan petugas Satlantas Polres Sukabumi dalam hal tindakan penilangannya. Terutama pada kendaraan berat maupun truk tiga sumbu yang nekat beroperas menerobos jalan raya di waktu jam-jam sibuk.

“Jika ketahuan jalan, maka akan dihentikan. Lantaran kendaraan pengangkut barang tersebut kerap menjadi biang kerok kemacetan arus lalu lintas. Terlebih lagi, apabila mereka beroperasi saat pagi hari, tepatnya saat jam masuk kerja pabrik maupun pada sore harinya, akan kita tindak atau diarahkan ke kantong-kantong parkir yang ada. Yakni di Jalur Lingkar Selatan Cibolang, Cisaat dan terminal Benda Cicurug,” tegas Dedi.

Pihaknya menambahkan, apabila dua kantong parkir tersebut sudah terisi penuh, maka Dishub akan meminta bantuan di jalur Ciciurug mengenai lahan milik swasta yang akan dijadikan sebagai tempat parkirnya. “Intinya Dishub sudah siap melakukan itu dan sangat mendukung terkait Perda itu,” pungkasnya. (den)

Aturan Bagi Kendaraan Berat

  • Penindakan sesuai Perda 17 tahun 2013 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Liintas dan Angkutan Jalan Umum di Kabupaten Sukabumi
  • Pukul 19.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB : Operasi angkutan barang jenis barang hasil tambang, kontainer dan angkutan air minum dalam kemasan dari luar daerah
  • Pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB dan pukul 19.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB : Waktu operasi angkutan kontainer dan air minum dalam kemasan dalam daerah
  • Barang hasil tambang diangkut dalam kondisi kering
  • Kantong parkir kendaraan berat : Jalur Lingkar Selatan Cibolang, Cisaat dan terminal Benda Cicurug

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.