Dipadati Warga, Lapang Merdeka Juara, Begini Penampakannya

Lapang Merdeka
PADAT : Sejumlah warga dari berbagai peloksok kota saat mendati Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Minggu (16/01/2022). (foto : ist)

SUKABUMI — Meski pemerintah masih melakukan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1. Tak membuat masyarakat Kota Sukabumi panik, buktinya ratusan bahkan mencapai ribuan warga dari berbagai peloksok kota dan Kabupaten Sukabumi memadati Ikon yang baru diresmikan yakni Lapang Merdeka dan Alun-alun.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warga sebagian membawa sepeda dan sepatu roda, sebagian besar lainnya berolahraga jalan santai. Dan ada sebagian lagi yang hanya nongkrong-nongkrong sambil menyaksikan warga lainnya berolahraga pagi.

Bacaan Lainnya

Penampakan Lapangan yang baru dibuka dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Sabtu (8/1) ini nampaknya menjadi tujuan utama warga kota untuk berolahraga sekaligus berwisata ditengah Kota.

Banyak dari warga yang melakukan aktifitas di Lapang yang memiliki lintasan lari sepanjang 400 meter tersebut. Selain itu, ada pula gelanggang olah raga tertutup yang terletak di sudut barat daya, pendopo sebagai tempat acara resmi di barat, dan lapangan olah raga seperti lapangan bola basket, bola voli, bulutangkis, dan lintasan papan luncur di sebelah barat laut lapangan, menambah daya tarik masyarakat melakukan Aktifitas.

Hati-hati Melanggar Prokes

Dari pantauan Radar Sukabumi, Lapang Merdeka yang pernah digunakan Sholat Idul Adha oleh Dua Prisiden ini mulai dipadati sejak pukul 06:00 WIB sampai siang ini. Petugas yang ditugaskan disana terlihat teriak-teriak menggunakan pengeras suara untuk menaati protokol kesehatan dan dilarang berjualan di sekitar kawasan Lapang Merdeka.

“Tolong Bapak dan Ibu Protokol kesehatan dijaga, tolong yah bapak ibu. Dilarang berjualan minuman atau makanan dan jangan menginjak rumput, jangan sampai rusak, buang sampah pada tempatnya” kata seorang petugas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.