BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Dialog RUU Cipta Kerja, Hergun Apresiasi Usulan Mahasiswa

RADARSUKABUMI.com – Anggota DPR RI, Heri Gunawan sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan mahasiswa dalam mengkritisi Rancangan Undang Undang ( RUU) Cipta Kerja ( Omnibus Law).

Mereka berharap RUU ini bisa ditarik dan cicabut dari Proglenas.

“Kalau pun tidak dibahas, itu sah-sah saja, ini kan negara demokrasi.

Tapi menurut hemat kami lebih baik kita bahas sambil mengkritisi dan meminta masukan dari kawan-kawan mahasiswa,” ujar pria yang akrab disapa Hergun, kepada Radar Sukabumi usai dialog dengan Mahasiswa di DPRD Kota Sukabumi, Selasa (4/7/2020).

Hergun pun meminta mahasiswa untuk memberikan masukan, sehingga nantinya akan dibahas melalui pembahasan di badan legislasi.

Pihaknya membuka ruang kepada mahasiswa untuk memberikan usulan sehingga nanti akan masukan ke Daftar isian Masalah (DIM).

” Kami meminta kepada mahasiswa cara membahas RUU itu berdasarkan ayat, per norma seperti apa dan DIM seperti apa dan argumentasinya seperti apa.

Nanti saya akan bawa dalam pembahasan di legislasi,” katanya.

Hergun pun menghimbau kepada kawan-kawan mahasiswa berpikir bagi nusa dan bangsa.

Kalau memang dalam RUU ini banyak manfaatnya kenapa tidak dilanjutkan, sedangkan banyak mudaratnya tentunya akan ditolak.

” RUU ini terbaik dalam 15 BAB, saat ini yang baru dibahas yakni 3 BAB, itu pun ada 11 klaster, dari klater ini kita pisahkan, kita membahas yang berpihak dulu kepada masyarakat, agar mendapatkan priotitas pembahasan,” ujarnya.

Dikatakan Hergun dalam dialog ini bersama anggota DPR RI lainnya, ada tiga bagian yang berbeda.

Fraksi Demokrat sedang mempelajari draf RUU dari pemerintah baru nanti akan masuk, tapi Frkasi Gerindra dan PKS ikut dalam pembahasan, agar bisa mengkiritisi apa yang ada dalam RUU tersebut.

” Kita gerindra masuk dan lalu mengkritisi, kami akan mengkiritisi RUU Omnibus low yang tidak pro rakyat dan bangsa negara ini,” jelasnya,

Dalam pembahasan RUU ini memang sangat alot, lantaran RUU ini membahas sebanyak 79 Undang-undang, 1236 pasal dan 7197 DIM yang harus dibahas dan diselesaikan.

” Kalau toh ada wacana Agustus RUU ini disahkan, saya pikir tidak, karena pembahasan kita masih prematur. Banyak yang harus dibahas,”ungkapnya.

Apa yang dipertanyakan mahasiswa untuk menolak RUU omnibus Law agar keluar dari prolegnas itu hal yang wajar.

Mereka membaca draf dari pemerintah yang di kirimkan ke DPR tapi semantara draf itu masih belum tuntas dibahas oleh DPR. “

Draf itu akan berubah, seperti niatan kami tadi, akan dirubah sesuai dengan pro terhadap rakyat , bangsa dan negara,” pungkasnya. (bal)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button