“Bahkan, korban sempat dirawat oleh pemerintah Desa Buniwangi, ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, untuk mendapatkan perawatan tim medis,” jelas Deden.
Kemudian disebar foto-foto korban. Akan tetapi, tidak ada yang menemukan. Namun, pada Senin (21/08) ramai menjadi perbincangan di masyarakat, bahwa seorang pedagang sayuran bernama Isam yang biasa berjualan nangka muda asal warga Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, menemukan sesosok mayat yang sudah menjadi tengkorak.
“Pas tadi kebetulan, ada seseorang yang biasa ngambil sayuran buat jualan di pasar masuk ke puncak gunung. Memang posisinya kalau dari rumahnya itu sekitar 500 meteran. Makanya tadi banyak petugas gabungan naik ke gunung,” bebernya.
Untuk memastikan korban yang sudah menjadi tengkorak itu, berinisial EG, petugas Polsek Gegerbitung dan petugas gabungan telah melakukan klarifikasi kepada pihak keluarganya, dan pihak keluarga mengakui, bahwa tengkorak dan tulang belulang yang berceceran di bawah pohon nangka itu, benar salah satu keluarganya yang hilang selama 2 bulan terkahir.
“Tadi juga pas anak korban dan keluarganya, ya menerima saja mungkin sudah takdir. Pihak polisi juga klarifikasi betul nggak itu, Pak EG, betul katanya. Mulai dari ciri-cirinya, baju yang dia gunakan, semuanya sama,” bebernya.
Selain baju dan jaket loreng TNI, di lokasi penemuan tengkorak itu, juga ditemukan pisau dan sarungnya yang diketahui milik korban.
“Meskipun sudah tulang belulang. Tadi juga masih ada itu nya pisau. Jadi, korban itu dinyatakan hilang sudah ada sekitar 2 bulan satu hari. Kalau nggak salah, waktu itu pihak keluarga lapor ke desa bahwa Pak EG meninggalkan rumah itu pas mau takbiran Idul Adha kemarin,” pungkasnya. (Den)






