Derita Korban Pergerakan Tanah di Purabaya, Huntara Terkendala

Pergerakan-Tanah-Purabaya
Kondisi para korban pergerakan tanah dalam tenda posko yang kini kekurangan logistik.

Selain logistik, sambung Yudiarto, panitia lokal bencana pergerakan tanah juga mengalami kekurangan dana siap pakai untuk penanganan pengungsi atau pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian.

“Apalagi saat ini retakan tanah di lokasi bencana semakin meluas. Sehingga, dana siap pakai untuk penanganan sangat kita butuhkan,” bebernya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Yudiarto menjelaskan bencana pergerakan tanah telah merusak enam rumah penduduk dengan jumlah delapan Kepala Keluarga (KK) dan 25 jiwa. Sementara, untuk rumah penduduk yang terancam berjumlah 14 rumah.

“Dari delapan KK yang terdampak dari bencana itu, tiga KK tinggal di tenda pengungsian dengan jumlah jiwa sebanyak 14 jiwa.

Mereka tinggal di posko bencana itu sudah ada sekitar dua pekan terakhir. Namun lima KK lagi tinggal di saudara terdekatnya. Iya, jadi yang tiga KK atau 14 jiwa ini, sengaja tinggal di tenda pengungsian karena mereka tidak memiliki saudara,” tandasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan korban pergerakan tanah, ujar Yudiarto, panitia lokal hampir setiap harinya mendistribusikan bantuan sembako baik dalam bentuk makanan siap saji maupun mentahnya dengan jumlah yang sama kepada setiap kepala keluarga.

Meski demikian, dirinya mengaku bahwa panitia lokal telah memprioritaskan bantuan logistrik tersebut, khususnya untuk warga yang tinggal di posko pengungsian.

Sebab itu, ia berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan juga para orang dermawan agar memberikan bantuan kepada korban yang terdampak dari bencana alam ini.

“Kami berharap ada lagi donatur yang peduli untuk memberikan bantuan logistik /kepada para pengungsi. Terlebih lagi, situasi pergerakan tanah di lokasi bencana semakin meluas,” pungkasnya. (den/e)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan