Derita Korban Pergerakan Tanah di Purabaya, Huntara Terkendala

Pergerakan-Tanah-Purabaya
Kondisi para korban pergerakan tanah dalam tenda posko yang kini kekurangan logistik.

“Kalau luasan lahan milik aset desa semuanya itu, ada dua hektare. Namun itu semua sudah di bagi, salah satunya sudah digunakan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU). Iya, paling lahan yang kosong itu ada sekitar 1 hektare. Ini cukup lah buat tempat pembangunan Huntara,” paparnya.

Dalam rencana pembangunan Huntara ini, ujar Yudiarto, pemerintah Desa Margaluyu terkendala dari sisi anggaran untuk pembelian material bangunan.

Bacaan Lainnya

Meski dalam pembangunan Huntara tersebut, tidak semuanya menggunakan material baru, tetapi dirinya menilai harus ada material yang mesti dibeli. Salah satunya, semen dan lain sebagainya.

“Kita rencananya mahu dilakukan gotong royong. Terlebih lagi, bangunan rumah yang terdampak itu, kondisi rumahnya tidak rusak. Jadi yang rusak itu, hanya lantainya saja, sementara dinding dan atapnya masih utuh.

Nah, ini bisa kita manfaatkan untuk pembangunan huntara, makanya akan kita evakuasi ke lokasi rumah huntara,” tandasnya.

Untuk itu, ia bersama warga terdampak dari bencana pergerakan tanah tersebut berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk dapat memperhatikan nasib seluruh warga terdampak, khususnya dalam memiliki rumah hiannya.

“Kasihan warga, khususnya mereka yang tinggal di tenda pengungsian,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara menyoroti menipisnya stok logistik untuk kebutuhan korban pergerakan tanah.

Yudha pun berencana memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk meminta penjelaskaan soal menipisnya bantuan stok logistik.

“Jujur saya baru dapat kabar hari ini (stok logistik menipis). Saya akan segera menindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dan menghubungi dinas terkait.

Nanti juga saya akan menghubungi BPBD, kenapa sampai stok logistik untuk korban bencana pergerakan tanah di wilayah Kampung Cigulusur, RT 01/01, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya itu, menipis,” kata Yudha kepada Radar Sukabumi pada Senin (15/11).

Selain mempertanyakan, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi itu juga akan membahas mengenai penanganan perihal bencana ke depannya semisal pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

“Harus ada penanganan lebih lanjut dan terukur. Kalau misalnya hanya seperti itu saja, saya rasa tidak akan ada solusi atau jalan keluar.

Nanti akan saya tindak lanjuti. Selain itu, kami juga belum mendapatkan tindak lanjut perihal perkembangan pergeseran tanah tersebut. Sudah sampai sejauh mana, seperti hunian sementara dan hunian tetap seperti apa tindak lanjutnya,” bebernya.

Lebih lanjut, Yudha juga menyinggung perihal status kebencanaan pergerakan tanah yang menerjang wilayah Purabaya.

“Tapi saya rasa, ada status maupun tidak ada status, sudah seharusnya di bantu bersama-sama untuk dilakukan secara cepat. Makanya nanti, kita akan secepatnya komunikasi dengan BPBD,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Margaluyu Yudiarto mengatakan, stok logistik untuk kebutuhan pokok korban pergerakan tanah di Kampung Cigulusur terutama beras diprediksi hanya akan mencukupi untuk dua sampai tiga hari kedepan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan