Meski demikian, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Penertiban bukan untuk mematikan mata pencaharian, melainkan menata agar aktivitas ekonomi dan kepentingan publik berjalan seimbang. Harapannya, wajah Alun-Alun Gado Bangkong kembali tertata rapi sebagai ruang publik kebanggaan warga sekaligus destinasi wisata yang bersih dan nyaman.
Di setiap langkah penertiban, terselip pesan bahwa ruang publik adalah milik bersama. Senin Tertib bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol komitmen Sukabumi menjaga keseimbangan antara kehidupan ekonomi masyarakat dan hak publik atas ruang yang tertib.(ndi/d)






