Ia menjelaskan, fenomena ini biasanya terjadi saat hujan mengguyur kawasan hulu sungai. Sampah terbawa arus ke laut dan akhirnya terdampar di pesisir.
Warga Citepus, Asep Edom Saepulloh, menyebut tumpukan sampah mulai terlihat sejak Jumat (5/9) siang. Ombak besar membawa material dari arah barat laut, yang diduga berasal dari Sungai Cibareno, Banten.
“Kelihatannya ini sampah terbawa banjir dari gunung. Padahal pagi harinya warga sudah bersih-bersih lewat kegiatan Jumsih. Alhamdulillah, sebagian kayu besar bisa dimanfaatkan warga untuk kayu bakar,” ujarnya.
Asep berharap aksi gotong royong ini bisa menjadi edukasi bagi pengunjung dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengurangi sampah plastik. “Ini bentuk kepedulian warga dan pedagang. Semoga bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut menjaga kelestarian pantai,” tutupnya.(ndi/d)






