BERITA UTAMA

Dapur MBG Simpenan Ditutup, Kepala SPPG Minta Maaf

×

Dapur MBG Simpenan Ditutup, Kepala SPPG Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Puluhan pelajar mendapat penanganan medis di Puskesmas Simpenan usai insiden dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi (MBG).

SUKABUMI – Puluhan pelajar dan guru di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi (MBG). Insiden ini berbuntut pada penutupan sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Anugerah Ratu Alam 1.

Kepala SPPG Anugerah Ratu Alam 1, Anwar Syafei, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimbulkan keresahan tersebut. Ia menegaskan, penutupan dapur dilakukan berdasarkan surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Bank bjb Tandamata

“Per tanggal 28, kami menerima surat dari BGN yang pada intinya dapur SPPG ditutup sementara. Kami diminta menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium terhadap makanan yang didistribusikan pada Rabu, 28 Januari,” ujar Anwar, Jumat (30/1/2026).

Selama masa penutupan, dapur SPPG dilarang melakukan aktivitas apapun, termasuk pengolahan dan pendistribusian makanan. Tim dari BGN dijadwalkan turun langsung untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Terkait dugaan pemicu insiden, Anwar menjelaskan soal tahu goreng Sumedang yang sempat viral di media sosial karena diduga tidak layak konsumsi. Ia mengakui bahan tersebut masuk ke dapur pada Selasa sore, 27 Januari.
“Saya menyangka tahu itu akan diolah kembali menjadi makanan lain. Namun terjadi miskomunikasi di lapangan, tahu tersebut langsung dimasukkan ke ompreng tanpa diolah ulang,” ungkapnya.

Menurut Anwar, saat tahu tiba di dapur kondisinya masih layak. Namun ia menduga faktor lingkungan selama distribusi turut memengaruhi.
“Bisa jadi karena suhu udara panas saat pengiriman, sehingga memungkinkan kontaminasi bakteri dan perubahan kondisi makanan,” jelasnya.

Di sisi lain, beredarnya percakapan lama di grup WhatsApp Posyandu yang kembali viral juga diklarifikasi. Anwar menegaskan percakapan itu terjadi pada 28 November 2025, bukan terkait insiden keracunan saat ini.
“Istilah ‘puasa’ yang saya sebutkan bermakna berhentinya sementara distribusi makanan, bukan merendahkan masyarakat,” katanya.

Anwar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang beredar di media sosial. Ia menyesalkan percakapan lama tersebut dipelintir dan dikaitkan dengan insiden terbaru.
“Saya tidak bermaksud menyinggung siapapun. Permohonan maaf ini saya sampaikan tulus, tanpa paksaan dari pihak manapun,” ucapnya.

Dengan ditutup sementaranya dapur SPPG Anugerah Ratu Alam 1, distribusi makanan MBG di wilayah Simpenan untuk sementara dihentikan. Masyarakat kini menanti hasil investigasi resmi dari BGN, sembari berharap kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi tetap terjaga.(ndi/d)