DATA COVID-19 Update : 31 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

747

83

48

Jawa Barat

198

21

11

Indonesia

1.528

136

81

Dunia (202 Negara)697.24333.257
BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Corona Masuk Sukabumi?

Pemkot: Tunggu Hasil Labkes Kemenkes

SUKABUMI – Wabah virus corona atau covid-19 kini membuat warga Sukabumi khawatir. Pasalnya, baru-baru ini beredar pesan berantai mengenai pasien RSUD R Syamsudin SH meninggal lantaran diduga terjangkit virus corona pada pukul 00.00 WIB, Senin (2/3).

Pemkot Sukabumi pun langsung mengambil sikap. Apalagi sebelumnya, sempat viral di media sosial sehingga Pemerintah Kota Sukabumi berkewajiban untuk memberikan keterangan.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, informasi yang beredar di medsos tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Karena yang berhak menyatakan seseorang terjangkit virus corona adalah Balitbang pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Jadi informasi yang beredar bahwa salah seorang pasien RSUD Syamsudin meninggal karena virus corona, ini belum bisa diyakini kebenarannya. Karena virus corona atau covid-19 ini bisa dinyatakan positif apabila kita mendapatkan hasil dari labkes Kemenkes. Jadi sampai saat ini kami belum mendapatkan hasil tersebut.

Rumah sakit manapun itu tidak bisa menyatakan ini confirmed atau tidak. Jadi harus menunggu hasil dari Balitbang Kemenkes,” kata Fahmi dalam konferensi pers di RSUD Syamsudin Bunut, kemarin (2/3)

Saat ini, sampel darah sudah dikirimkan ke Kemenkes. Tinggal menunggu hasilnya makslimal 14 hari. Untuk itu, Fahmi meminta kepada warga Sukabumi agar tidak panik dan resah oleh informasi yang belum dapat diyakini kebenarannya.

Loading...

Sebab, informasi yang salah tentang virus corona akan mengakibatkan kegaduhan yang luar biasa. “Mari kita sama-sama menyikapi hal ini dengan arif dan bijak dengan tidak menimbulkan kegaduhan karena virus corona ini luar biasa dampak dan efeknya. Pemberitaan yang salah, informasi yang kurang tepat akan menimbulkan kegaduhan yang luar biasa,” ujarnya.

Adapun terkait pasien yang dimaksud, beber Fahmi, keduanya adalah Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Mereka adalah sepasang suami istri yang berinisial S (58) dan nyonya T (57).

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button