Cerita Pemuda Sukabumi Keliling Indonesia Bermodal Rp200 Ribu, Begini Ceritanya

Firdan Abdullah (33) warga Cibeureum Kota Sukabumi  Saat
BERPETUALANG : Firdan Abdullah (33) warga Cibeureum Kota Sukabumi  Saat berada di Titik Nol Paling Timur Indonesia Marauke Perbatasan Indonesia-Papua Nugini. (Foto : Dok Firdan)

SUKABUMI — Firdan Abdullah (33) warga Cibeureum Kota Sukabumi nekat berkeliling indonesia dengan bermodalkan Rp200 Ribu. Tepatnya sejak tahun 2020 lalu, dirinya memutuskan untuk berkeliling indonesia dengan menuju daerah tegal dengan menggunakan bus.

“ini Nazar saya sebelum menikah, kepikiran keliling Indonesia, Motivasinya banyak Salah satunya Sakit Hati karena perempuan, saat itu aku bawa uang Rp200 ribu sampai daerah Tegal sudah Habis, “cetus Firdan saat dihubungi Radar Sukabumi melalui sambungan telephone, Sabtu (17/12/2022).

Bacaan Lainnya

Firdan yang diketahui merupakan Lulusan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) sudah melakukan perjalanan dua tahun lamanya, saat ini perjalanannya masih di wilayah Timur tepatnya di Raja Empat kemudian akan melanjutkannya di Maluku Utara.

Untuk bertahan hidup, dirinya mencoba menciptakan peluang dengan bekerja serabutan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, mulai dari kerja bangunan, mencabut bawang, memetik cengkeh dan lainnya dia lakukan.

“Ya dijalani sih, kalau kekurangan uang di suatu daerah saya pasti cari kerja dulu dan menetap beberapa hari. Kalau sudah terkumpul uang saya kembali melanjutkan perjalanan, untuk perjalanan saya kadang menumpang kendaraan lain untuk sampai tujuan, “cetusnya.

Selama dua tahun terakhir, dirinya sudah menginjakan beberapa pulau di Indonesia, mulai dari Tegal, Jogjakarta, Semarang, Bali, Lombok, Flores, Makassar, Sulewesi, Papua dan daerah lain dirinya jajaki selama dua tahun terakhir ini.

Saat Mengunjungi Sekolah Alam Desa Toro Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. (Foto : DOk Firdan)

Saat Mengunjungi Sekolah Alam Desa Toro Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. (Foto : DOk Firdan)

Disetiap perjalannya dirinya abadikan keramahan dan seyuman orang Indonesia di akun media sosialnya, baik Youtube maupun Tiktok dan Istagram. Rasa Sakit hati yang dibawanya sejak pergi berpetualang mulai sedikit terobati setelah bertemu dengan sejumlah orang di perjalanan.

“Aku sih mikirnya hidup satu kali ya, aku engak mau menyesal pada tua nanti. Ketika umur masih muda, keluar kerja dan saya berani untuk berpetualang, “jelasnya.

Firdan sebelumnya tercatat sebagai karyawan kantoran di Jakarta yang bekerja sebagai pegawai call center telkomsel, dan memutuskan keluar bekerja pada tahun 2019 lalu. Setelah satu tahun tidak bekerja, dirinya akhirnya memutuskan berpetualang.

Sosok pria lulusan Teknik Informatika UMMI tahun 2013 ini memang terbilang nekat. Setelah setahun lamanya beradaptasi dengan perjalanan dirinya menemukan kreatifitas dan ilmu cara bertahan hidup dalam petualangan. Salah satunya dengan membikin Video untuk dibagikan di media Sosial.

“Tahun pertama di 2020, awal-awal kerasa banget. Nah kemudian pada awal itu saya juga mulai membuat konten untuk media sosial saya. Baik di Istagram, Tiktok dan Youtube dengan secara otodidak dengan tujuan untuk bisa menambah uang saku di perjalanan, “terangnya.

Dengan perlahan media sosial saya tumbuh, dan mulai bisa mendatangkan uang. Dirinya dituntut sekreatif mungking dengan menggunakan skill secara otodidak dilapangan. Baru pada tahun 2021, akun media sosial dirinya dapat kerjasama dari berbagai perusahaan. Selain itu juga berkat media sosial dirinya bisa menambah relasi teman di daerah yang dikunjungi.

“Kalau kesini, kesini setelah banyak pengikut dan relasi lumayan enak sih. Nebeng-nebeng kendaraan selalu mudah ketika ada relasi, “jelasnya.

Sebelumnya, memang sosok Firdan ini tidak pernah memiliki komunitas apapapun, namun ketika terpancing keadaan dirinya bisa dipertemukan dengan beberapa komunitas pencinta alam di beberapa daerah, dan pada akhirnya sangat menyambut baik.

Firdan Abdullah (33 Saat berada di Toraja Sulawesi Selatan
Firdan Abdullah (33 Saat berada di Toraja Sulawesi Selatan

“Saya awal kan niatan untuk silaturahmi aja, maksudnya bukan hanya numpang tidur dan makan saja. Tetapi ada niat baik untuk bersilaturahmi, dan alhamdulilah selalu ada jalan dan kenalan baru di seluruh tempat yang dirinya kunjungi, “cetusnya.

Saat dirinya kapan akan pulang ke Sukabumi, dirinya mengatakan kalau ada niatan pulang dulu ke Sukabumi pada saat lebaran 2023 mendatang. Namun, jika itu tidak bisa dilakukan dirinya akan tetap melanjutkan perjalanan ke pulau Kalimantan dan Sumatera, hingga pulang lagi ke Sukabumi.

“Rencana pulang ingginya tahun 2023, insya allah lebaran. Tapi kalau tidak saya juga akan melanjutkan perjalanan ke Maluku kemudian menyebrang ke Kalimantan, “cetusnya.

Lebih lanjut dirinya bercerita, saat berada di tanah Makassar Firdan pernah berkerja menjadi pencabut bawang yang dihargai Rp100 Ribu perhari. Kemudian memetik cengkeh didaerah Enrekang Makassar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *