BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Cap Go Meh Ajang Pemersatu

SUKABUMI – Perayaan Cap Go Meh 2020 di Kota Sukabumi berhasil menyedot ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, parade budaya yang berkeliling Kota Sukabumi ini berhasil menjadi hiburan bagi masyarakat.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, perayaan Cap Go Meh 2020 dilaksanakan selama dua hari mulai 13-14 Februari.

Adapun rangkaian yang dilaksanakan, mulai dari acara keagamaan di Vihara Widhi Sakti, pertunjukkan Barongsai Gie Say di depan halaman Vihara, talkshow sejarah sekaligus membahas bagaimana keberadaan orang Tionghoa di Kota Sukabumi.

Sedangkan puncak acara, yakni kirab atau pawai Cap Go Meh yang berkeliling Kota Sukabumi.

Kepada Radar Sukabumi Ketua Umum Yayasan Vihara Widhi Sakti, Iwan Iskandar menjelaskan, persiapan perayaan Cap Go Meh 2020 sudah dilaksanakan dari enam bulan lalu.

Adapun tema Cap Go Meh 2020 ini, mengangkat potensi budaya dan mempererat persatuan bangsa.

Loading...

“Persiapannya sudah sejak enam bulan lalu, sehingga lebih matang. Kami pun menyebarkan informasi ke darah lain, dengan tujuan agar mendatangi Kota Suakbumi. Selain itu yang paling penting, bisa menjadi hiburan bagi masyarakat,” jelasnya.

Iwan melihat, secara keseluruhan perayaan Cap Go Meh 2020 sukses dilaksanakan. Ribuan masyarakat Sukabumi dan luar daerah terhibur oleh berbagai suguhan atraksi yang dilakukan.

Pihaknya juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga suksesnya kegiatan tersebut.

“Terimakasih kepada semua pihak, pemerintah Kota Sukabumi dan semua unsur pimpinan di Kota Sukabumi. Kami berharap untuk Cap Go Meh tahun depan, bisa lebih meriah dari tahun ini,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengungkapkan, moment perayaan Cap Go Meh tahun baru imlek 2020 ini menjadi ajang silturahmi, melekatkan persaudaraan, dan membangun kolaborasi yang indah di tengah-tengah berbagai perbedaan yang ada.

“Kota Sukabumi merupakan salah satu kota terkecil di Jawa Barat. Luas wilayahnya hanya 48 Km2, jumlah penduduknya sekitar 344 ribu orang tetapi patut dibanggakan.

Karena meskipun demikian, dianugrahi berbagai macam kekayaan seni budaya salah satunya di event hari ini (kemarin. red),” terangnya.

Fahmi berharap, dengan terselenggaranya festival budaya setelah delapan tahun lalu tidak dilaksanakan, semakin mempererat persaudaraan, menjaga Sukabumi dari perpecahan, intoleransi beragama dan berbudaya.

“Jaga Sukabumi kita menjadi kota yang semakin maju, bersatupadu dalam keragaman.

Kegiatan ini sifatnya arak-arakan maka dari itu tetap jaga ketertiban, jaga kebersihan. Mari bangun kebersamaan,” pungkasnya.(upi/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button