BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Calon Haji Termuda Kota Sukabumi Gagal Berangkat, Ini Sebabnya

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Satu orang dari 278 Calon Jamaah Haji (Calhaj) kloter 37 asal Kota Sukabumi, gagal berangkat, kemarin (16/7). Hal tersebut berkaitan dengan persyaratan yang belum lengkap yakni visa. Calon Jamaah haji itu merupakan CLH yang termuda yakni Muhamad Luthfi Fauzi (22).

“Iya Calon jamaah haji berkurang 1 orang. Dari 278 orang, menjadi 277 orang Calhaj. Kalau ditambah petugas, keseluruhan yang diberangkatkan hari ini (kemarin. red) menjadi 283 orang” ujar Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi, Dagus Surahman saat melepas Calhaj di Gedung Juang, kemarin.

Diakui Dagus, Luthfi merupakan calon jamaah haji tambal sulam. Artinya, dia merupakan pengganti orang tuanya, lantaran meninggal dunia saat Idul Fitri lalu. “Bapaknya meninggal sehingga digantikan oleh anaknya, dan pengiriman paspornya telat baru hari Jumat. Jadi belum dapat visa,” bebernya.

Sementara untuk kelengkapan persyaratan lainnya, kata Dagus sudah selesai. Sehingga, Lutfhi tidak bisa berangkat dengan orang tuanya, nanti menyusul di gelombang II. “Dia masuk gelombang dua, kira-kira seminggu setelah gelombang satu. Yakin visanya bisa keluar kan dulu bapaknya juga sudah mempunyai visa,” jelasnya.

Sementara itu, Lufhi mengatakan dirinya memang tidak bisa ikut pergi ibadah haji pada kloter 37. Dikarenakan belum mempunyai visa. “Iya visanya belum keluar. Insya allah berangkat ibadah haji, cuman tidak bareng sama mamah. Saya berangkat gelombang II dengan Kabupaten Sukabumi,” singkatnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan keberangkatan ibadah haji ini sangat unik. Lantaran, tak semua orang bisa berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji. Bukan dilihat dari kaya atau miskin ataupun sehat tidak sehatnya, tetapi merupakan takdir karena diundang langsung oleh Allah SWT. “Makanya kesempatan ini harus disyukuri. Kesempatan yang luar biasa bisa ikut ibadah haji,” ujarnya.

Terlebih saat ini, keberangkatan ibadah haji itu bisa menunggu atau Waiting list selama 16 tahun dari mulai pendaftaran. Apalagi kalau yang sudah menunaikan ibadah haji dan ingin kembali pergi ke tanah suci, harus menunggu lagi sekitar 10 tahun.

“Kalau waiting list 16 tahun, terus menunggu lagi 10 tahun bagi yang sudah pernah berangkat. Jadi yang mau berangkat kembali itu total antriannya mencapai 26 tahun. Makanya mumpung diberikan kesempatan, laksanakan sebaik-baiknya dan fokus dalam mengikuti rangkaian ibadah haji,” pintanya.

Dikatakan Fahmi, informasinya suhu cuaca di Mekkah saat ini bergerak diantara 44 sampai 46 celcius. Itu mendapatakan kondisi suhu disana sangat panas. Makanya kepada seluruh jamaah haji, harus bisa menjaga kondisi atau kesehatan selama disana.

“Tapi insya allah, niat ibadah dan lillah karena Allah, ganguan cuaca terik atau dinginya disana tidak akan mengahalangi ibadah kita. Serahkan seluruhnya kepada Allah dan kita disini berdoa untuk seluruh jamaah agar bisa kembali ke Kota Sukabumi dengan selamat,” akunya.

Fahmi pun menitip doa kepada seluruh jamaah haji untuk bisa mendoakan Kota Sukabumi tercinta ini agar menjadi kota yang religius, nyaman dan sejahtera. Begitupun kepada Aparatur Sipil Negera (ASN) yang berangkat ibadah haji, jangan pernah lelah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang berbarengan ibadah haji. “Para ASN juga bisa membantu rekan-rekan jamaah haji saat berada di sana. Berikan juga pelayanan untuk saling membantu mereka,” pungkasnya.

(bal/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button