Seharusnya, PSSI bisa melakukan hal lain dan bukan sibuk mengurusi sanksi. “Kalau begitu PSSI hanya sibuk membuat sanksi untuk Persib. Seharusnya dalam break satu pekan ini, PSSI fokus membenahi masalah dengan cara memanggil seluruh manager klub peserta liga,” katanya.
Beni mengatakan, banyak supporter di liga I dan II yang terlibat bentrokan. Tidak hanya peristiwa kemarin saja yang memakan korban jiwa, bahkan suporter Persib juga ada yang meninggal dunia di Jakarta.
“Jika dalam satu minggu ini PSSI hanya mengurus Persib, itu sama saja dengan melepas tanggungjawab. Karena sebagai pucuk dari persepakbolaan di Indonesia, PSSI ini seharusnya bisa menyelesaikan masalah, bukan menyelesaikan sanksi Persibnya aja,” paparnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2012 dulu salah seorang supporter Persib ada yang meninggal dunia di Jakarta, namun PSSI tidak memberikan sanksi seperti kepada Persib saat ini.
“Kalau diberi sanksi denda itu wajar, tapi sanksi yang diberikan kepada Persib saat ini sama saja dengan membunuh karakter,” pungkasnya.
(radarcianjur/izo)





