Ketiga, cuaca ekstrim juga disebabkan suhu hangat permukaan laut di Indonesia dan sekitarnya.
Kondisi tersebut lantas memicu mudahnya air menguap ke udara dan terkumpul menjadi awan hujan.
“Sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan,” bebernya.
Terakhir, adanya fenomena gelombang atmosfer, yaitu Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave.
Gelombang atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi udara basah di sejumlah wilayah Indonesia yang menyebabkan hujan.
Keempat fenomena itu terjadi secara bersamaan di Indonesia sehingga memicu curah hujan tinggi, utamanya di Jabodatabek.
“Sementara daerah resapan air di kawasan ibu kota tergolong sempit,” pungkasnya.
Di sisi lain, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dibantu TNI akan melakukan modifikasi cuaca di Jabodetabek mulai hari ini, Jumat (3/1).
Modifikasi cuaca itu dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan ekstrim yang menyebabkan banjir beberapa hari terakhir.
“Hujan deras dan dalam waktu lama dapat terjadi akibat konvergensi dan perlambatan tersebut,” sambungnya.
Ketiga, cuaca ekstrim juga disebabkan suhu hangat permukaan laut di Indonesia dan sekitarnya.
Kondisi tersebut lantas memicu mudahnya air menguap ke udara dan terkumpul menjadi awan hujan.
“Sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan,” bebernya.
Terakhir, adanya fenomena gelombang atmosfer, yaitu Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave.
Gelombang atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi udara basah di sejumlah wilayah Indonesia yang menyebabkan hujan.
Keempat fenomena itu terjadi secara bersamaan di Indonesia sehingga memicu curah hujan tinggi, utamanya di Jabodatabek.
“Sementara daerah resapan air di kawasan ibu kota tergolong sempit,” pungkasnya.
Di sisi lain, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dibantu TNI akan melakukan modifikasi cuaca di Jabodetabek mulai hari ini, Jumat (3/1).
Modifikasi cuaca itu dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan ekstrim yang menyebabkan banjir beberapa hari terakhir.
Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, penggunaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk Jabodetabek telah diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir Jabodetabek di Kantor BNPB pada Kamis (2/1).






