BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

BMKG: Bandara di Cikembar Aman

KABUPATEN SUKABUMI – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandung angkat bicara soal rencana pembangunan Bandara di Kecamatan Cikembar. Lembaga ini memastikan pembangunan bandara akan tetap aman selama pembangunannya memperhatikan prinsif-prinsif pembangunan berdaya tahan gempa.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, belum lama ini rencana pembangunan Bandara Sukabumi di Kecamatan Cikembar ini sempat menuai protes dari aktivis Sukabumi. Alasannya, wilayah ini masuk pada daerah yang di dalamnya terdapat zona Sesar Cimandiri, sesar aktif di Jawa Barat yang berpotensi menyebabkan gempa.

“Pada prinsifnya begini, seluruh wilayah di Jawa Barat ini berpotensi gempa. Tidak hanya Sukabumi saja,” ujar Bambang S Prayitno, Kepala Pusat Sesmilogi Teknologi Iufisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Pusat kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Menurut Bambang, tidak perlu dikhawatirkan bila pembangunan Bandara ini di atas wilayah yang masuk zona Sesar Cimandiri. Asalkan, desain pembangunannya harus memperhatikan berbagai segala resiko, termasuk gempa. “Yang terpenting itu mendesain pembangunannya. Jadi nanti prinsif ketahanan gempa harus diperhatikan,” imbuhnya.

Soal rencana pembangunan Bandara Sukabumi ini, masih kata Bambang, pemerintah pusat telah mengkoordinasikannya. Hanya saja memang sampai saat ini, BMKG belum terjun ke lapangan untuk melakukan kajian. “Sampai saat ini belum, tapi nantinya kami pasti akan diminta.

Oleh karenanya perlu kami sampaikan, pembangunan Bandara Sukabumi sah-sah saja dibangun di atas Sesar Cimandiri. Yang penting desainnya,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya menambahkan, zona Sesar Cimandiri ini tidak hanya di Sukabumi saja, melainkan juga tersambung sampai ke Sesar Lembang. “Jadi Sesar Cimandiri ini tersambung ke Sesar Lembang, Bandung. Jadi tidak hanya Sukabumi saja,” timpalnya.

Tony berharap masyarakat supaya mempercayakan kepada pemerintah soal rencana pembanguan Bandara Sukabumi ini. Pasalnya ia meyakini, semua aspek dampak dan akibat serta unsur-unsur lainnya akan diperhatikan.

“Oh jelas, pemerintah tentunya dalam menjalankan program semua aspek akan dipertimbangkan dengan melakukan kajian-kajian. Masyarakat jangan khawatir, percayakan kepada pemerintah,” pungkasnya singkat.

Seperti diketahui, aktivis pemekaran Sukabumi Selatan, Bayu Risnandar sempat mengkritisi bahkan menolak revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pemerintah yang akan menyulap wilayah Kecamatan Cikembar menjadi lokasi Bandara Sukabumi. Penolakan itu sempat ditulis oleh Bayu melalui akun facebooknya.

“#Tolak Perubahan PERDA TATA RUANG (RTRW) #Pesanan. Membangun SARANA PUBLIK di Zona Sesar Cimandiri adalah Menggali Kuburan Massal,” tulis Bayu dalam postingannya tersebut yang diunggah pada 10 Januari 2019 lalu. (ren)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button