BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bertahun-tahun Dirman Tinggal di Kandang

×

Bertahun-tahun Dirman Tinggal di Kandang

Sebarkan artikel ini

“Anak saya itu tidak mau tinggal di Cilendek (RSJ Marzuki Mahdi), apalagi disatukan dengan yang sakit jiwa. Dirman bilang saya tidak gila,” katanya mencontohkan sambil berlinang air mata seraya menahan sedih.
Ia pun kembali membawa pulang. Saat ditinggal di rumah, Dirman terus ingin menyakiti ibunya, ia pun kembali dikurung di tempat yang di bawahnya air mengalir.

Ia juga mengaku, beberapa waktu lalu kedatangan relawan dari Yayasan Welas Asih, Cangehgar, Palabuhanratu untuk membujuk agar anaknya dirawat di sana. Namun, ia menolaknya dengan alasan, pendapat dokter dari Cilendek, Dirman bukan utuk diobati oleh ahli medis.

Bank bjb Tandamata

“Kata dokter di Cilendek, anak saya harus diobati ke kampung. Makanya saya bawa pulang dan memilih berobat kampung. Tapi sampai sekarang belum juga sembuh,” bebernya.

Sahuni menyebutkan, anaknya itu terganggu jiwanya sejak masih bujangan. Ia sempat sembuh setelah berobat ke alternatif di Ciogong, Kecamatan Simpenan.

Karena sembuh, di usia 25 tahun, Dirman pun menikah dan istrinya mengandung.
Saat istrinya hamil tujuh bulan, penyakit Dirman kembali kumat. Ia melukai istri dan ibunya.
“Saat itu dia dikurung. Tapi sering ke luar dari kurungan karena suka ada yang mengobati,” sebutnya.

Tiga tahun terakhir, Dirman tak pernah lagi dikeluarkan dari tempatnya karena belum ada lagi yang mau mengobati anaknya. Ibarat hewan peliharaan, ia selalu berada di kandang dan dikirim makanan, mibuman dan rokok oleh ibunya.

Makanya secara fisik, tubuhnya terlihat bugar, hanya jenggot dan rambut yang tak terurus hingga panjang terurai.