Berandal Motor Sukabumi Bacok Gadis Muda di Jalan Sukaraja

Korban-Berandal-Motor
Petugas Polsek Sukaraja, Polres Sukabumi Kota, saat mengevakuasi FHF (21) ke Rumah Sakit Hermina Sukaraja.

SUKABUMI – Aksi berandal motor di Kabupaten Sukabumi, kembali berulah. Bahkan, baru-baru ini, seorang warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, telah menjadi sasaran kebringasan berandal motor hingga harus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis, karena mengalami luka bacok pada bagian kakinya.

Seorang warga Kampung Babakan Pamoyanan, RT 01/RW 06, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Adi Ruswandi (52) kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat kejadian ia tengah rebahan di kamar tidurnya. Namun, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara teriakan meminta tolong dari depan rumahnya pada Minggu (20/08) sekira pukul 21.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Sewaktu keluar rumah, ia dikagetkan karena melihat ada seorang perempuan berusia sekitar 20 tahun yang tengah dikerumuni warga di pinggir jalan raya, tepat di depan rumahnya.

“Iya, pas ditanya dia kena sabetan senjata tajam pada bagian lutut. Ditanya lagi, katanya dia korban geng motor,” kata Adi kepada Radar Sukabumi sambil menunjukan lokasi korban terjatuh pada Senin (21/08).

Ketika disinggung mengenai kronologis kejadian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian sebenarnya. Namun, berdasarkan pengakuan warga sekitar, bahwa kejadian itu bermula saat korban tengah dibonceng oleh seorang lelaki menggunakan sepada motor bebek jenis Honda Supra Fit, untuk menginap di wilayah Kecamatan Cireunghas.

Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di ruas Jalan Raya Sukaraja – Gandasoli, Kampung Babakan Pamoyanan, RT 01/RW 06, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dari arah berlawanan datang terduga pelaku dengan menggunakan kendaraan sepeda motor Beat, sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

“Pelakunya ada tiga orang, untuk usianya mereka kayanya masih status pelajar SMP atau SMK yah. Nah, saat berpas-pasan pelaku itu langsung membacok korban dengan menggunakan celurit pada kaki bagian lutut sebelah kanannya,” ujarnya.

“Jadi, perempuan yang jadi korbannya itu, katanya orang Kota Sukabumi. Cuma besok ada training di Cianjur, dia mau nginep di wilayah Cireunghas,” timpalnya.

Sebelum melakukan pembacokan kepada seorang perempuan, masih kata Adi, berandal motor itu sebelumnya telah merusak mobil Honda Brio warna putih milik Dedi asal warga Kampung Lembur Huma, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes.

“Mobil milik Pak Dedi rusak pada bagian bodi sebelah kanannya. Karena, dibacok celurit oleh para pelaku itu. Katanya, saat kejadian itu mobil Pak Dedi satu arah dengan pelaku dari Cireunghas – Sukaraja, tepatnya di Kampung Rampogan, Desa Selawangi,” timpalnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia bersama warga lainnya langsung mengevakuasi korban ke sebuah meja di pinggir jalan raya tersebut. Setelah itu, warga langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan menggunakan kapas dan obat betadine. Setelah itu, diikat menggunakan kain pada bagian lutut yang dibacok para pelaku tersebut.

“Sebelumnya, mau dibawa ke dokter dekat sini. Tapi karena sudah larut malam, dokternya sudah tutup. Nah, karena ada pendarahan pada lututnya, makanya warga inisiatif mengikat menggunakan kain,” bebernya.

Setelah itu, warga setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sukaraja, Polres Sukabumi Kota. Tidak lama kemudian, datang sejumlah anggota ke lokasi tersebut dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hermina Sukaraja, untuk mendapatkan perawatan tim medis.

“Selain mengevakuasi korban, warga juga menemukan celurit di tengah badan jalan raya itu, diduga milik para pelaku. Celurit itu kami berikan juga kepada Pak Yusuf Bhabinkamtibmas Desa Selawangi. Sementara, untuk keberadaan pelaku, mereka berhasil melarikan diri ke arah jalur Sukaraja,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Sukaraja, Polres Sukabumi Kota, Kompol Dedi Suryadi kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membantah bahwa pelaku yang melakukan pembacokan di ruas jalan tersebut, merupakan berandal motor atau geng motor.

“Itu bukan berandal bermotor atau geng motor yah. Karena, berdasarkan pemeriksaan sementara, para pelaku yang merupakan orang tidak dikenal (OTK) itu, tidak menggunakan atribut geng motor. Terlebih lagi, mereka hanya satu motor. Kan biasanya kalau geng motor itu banyakan yah,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *