BERITA UTAMA

Bencana Alam Sukabumi, 90 Kejadian Kerugian Rp3 M

×

Bencana Alam Sukabumi, 90 Kejadian Kerugian Rp3 M

Sebarkan artikel ini
Bencana Alam Sukabumi

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaanya pada potensi cuaca ekstrim.

Terlebih lagi, saat ini BMKG memantau adanya anomali Suhu Muka Laut (SST) di wilayah pengamatan Nino3,4 yang menunjukan nilai untuk memenuhi prasyarat terjadinya La Nina dan sudah berlangsung selama dua dasarian terakhir.

Bank bjb Tandamata

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu kepada Radar Sukabumi mengatakan, indeks ENSO pada akhir dasarian II Oktober tercatat sebesar -0,96, yang berarti La Nina dalam kondisi lemah.

ENSO dalam kondisi La Nina Lemah. BMKG dan sebagian besar pusat layanan iklim internasional lainnya memprediksikan kondisi La Nina Lemah-Netral akan berlangsung hingga Mei 2022 mendatang.

“Dampak La Nina akan mulai dirasakan pada November dan puncaknya akan terjadi pada periode Desember 2021 hingga Februari 2022 nanti,” kata Teguh yang kerap disapa Ayu kepada Radar Sukabumi pada Jumat (05/11).

Menurut Rahayu, dampak yang ditimbulkan oleh La Nina pada wilayah Jawa Barat pada umumnya, adalah merubah pola curah hujan secara volume dan temporal.

Berdasarkan data empiris yang dimiliki oleh BMKG sejauh ini, La Nina dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa Barat, pada umumnya antara 20 persen hingga 70 persen.

“Kondisi sifat hujan seperti demikian akan memicu peningkatan potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat. Termasuk di Sukabumi dengan potensi kejadian bencana yang mungkin terjadi adalah banjir dan tanah longsor,” paparnya.

Seluruh wilayah di Jawa Barat akan terdampak oleh kejadian La Nina dengan tingkat korelasi minimum sebesar 0,7. Dengan demikian, seluruh wilayah Jawa Barat, seperti Sukabumi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kejadian La Nina.

Berdasarkan analisis data yang dimiliki, daerah terdampak kuat di wilayah Jawa Barat, adalah wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan wilayah Jawa Barat bagian tengah pada umumnya.

“Selain itu wilayah Jawa Barat perlu berhati-hati pada kejadian La Nina lag ke 2 dan ke 4 atau sekitar Januari dan Maret 2022 nanti,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk wilayah Jawa Barat yang terdampak berdasarkan analisis IBF (Impact Based Forecast) berdasarkan prakiraannya untuk dampak banjir dan longsor yang berlaku pada 5 November 2021 dengan potensi dampak status waspada untuk wilayah Jawa Barat.

Seperti di Kabupaten Sukabumi adalah Kecamatan Jampang Kulon, Kalibunder, Tegalbuleud, Cidolog, Cidadap, Pabuaran, Sagaranten, Curugkembar, Lengkong, Cimanggu, Ciemas, Simpenan, Ciracap, Waluran, Surade, Cisolok, Kabandungan, Cikakak, Palabuhanratu, Bantargadung, Cikidang, Kalapanunggal dan Kecamatan Bojong Genteng.

“Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar daerah aliran sungai dan bahkan perkotaan diharap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian banjir, tanah longsor, hujan es, dan angin kencang.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan agar tingkat imunitas tetap terjaga di masa pandemi Covid-19.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak memaksakan berkendara, apabila sedang terjadi hujan lebat disertai angin kencang untuk meminimalisir resiko kecelakaan lalu lintas,” paparnya. (ris/den/t).