Bank BUMN jadi Klaster Baru Covid-19 di Kota Sukabumi?

  • Whatsapp

Padahal, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat sejauh mana perkembangan virus itu. “Ini sangat aneh, kenapa tidak diberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa mengantisipasi lebih dini,” kritik Muchendra.

GTPP Covid-19 terkesan tidak terbuka dalam membuka data. Sehingga, dia mengharapkan agar jangan sampai hal ini membuat masyarakat bingung dan resah serta lengah dengan penyebaran dan penularan corona di Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Saya nanti akan coba panggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi agar mereka lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Seperti diketahui, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Sukabumi terjadi penambahan kasus positif pada 3 Agustus 2020 sebanyak 10 orang.

“10 orang yang terkonfirmasi ini, dari kantor pelayanan publik di Kota Sukabumi. Kantor saja, kalau disebutkan nanti membuat gaduh di masyarakat.

Yang jelas kantor pelayanan publik. Tapi pelayanan berjalan normal karena tidak semuanya terpapar,” ungkap Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hadriana kepada Radar Sukabumi.

Lanjut Wahyu, penambahan pasien ini diketahui usai Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melakukan tracing kasus Pasien Dengan Pemantauan (PDP) di salahsatu rumah sakit yang berada di Kota Sukabumi.

“Ya, ini hasil tracing dari dua kantor yang rutin melakukan tracing. Selain itu, dari 10 kasus yang ditemukan ini dua kasus diantaranya dari luar daerah yang melaporkan ada dua warga Kota Sukabumi terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya.(bal)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *