Banjir-Longsor Terjang Purabaya dan Bantargadung

Longsor-Sukabumi

SUKABUMI – Bencana alam berupa banjir dan longsor terus berlanjut di Kabupaten Sukabumi. Pada Rabu (3/11) kemarin, ada dua kecamatan yang terdampak bencana tersebut yakni Kecamatan Purabaya dan Kecamatan Bantargadung.

Di Bantargadung, musibah tanah longsor mengancam rumah milik warga Kampung Cibogo, RT 02/02, Desa Bojonggaling, atas nama Ubeng sekira pukul 05.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Akibat hujan deras halaman rumah milik warga Bojonggaling yang dihuni satu kepala keluarga dan empat jiwa ini mengalami longsor,” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani kepada Radar Sukabumi.

Adapun kronologis kejadian, Pada Selasa 2 November 2021 sekitar pukul 14.30 WIB wilayah Kecamatan Bantargadung terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai dengan malam hari.

“Pada hari Rabu tanggal 3 November 2021 sekitar Pukul 05.00 WiB pemilik rumah keluar dari dan mengetahui kondisi halaman sudah terjadi longsor. Kemudian Pemilik Rumah melaporkan kejadian tersebut perangkat Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung,” jelasnya.

Anita menyatakan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam bencana itu, hanya kerugian metrial masih dalam perhitungan. “Upaya yang dilakukan kami, berkoordinasi dengan pemdes Bojonggaling dan aparatur setempat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan ini,” tandasnya.

Sedangkan di Kecamatan Purabaya tepatnya ada tiga titik yang terdampak banjir dan longsor. Yang pertama di Kampung Baru, RT 05/01, Desa Citamiang, diterjang longsor yang menyebabkan ruas jalan lingkungan tertutup oleh material longsor sehingga mengancam akses warga.

“Akibatnya, jalan lingkungan di Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, tergerus longsor sepanjang 15 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 20 meter,” kata Anita.

Selain itu, sambung Anita, hujan deras dengan intensitas tinggi ini, juga telah menyebabkan luapan air sungai naik dan mengkikis tanah rumah penduduk yang lokasinya berada di pinggiran sungai, tepatnya di Kampung Muara, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya.

“Akibatnya, rumah milik Pak Rusyana terancam longosor. Karena tanah di lokasi bangunan rumah korban tergerus longsor sepanjang 15 meter dengan lebar tiga meter dan tinggi 10 meter,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *