Sehingga, menurut tim ahli akan mempengaruhi terhadap navigasi pesawat. “Mungkin nanti disiasatinya dengan menentukan lajur dan arah angin. Oleh karenanya, saat meninjau lokasi, selain dari kementerian juga dilibatkan tim ahli,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi ini, kelebihan lokasi di Kecamatan Cikembar ialah jauh dari patahan-patahan Cimandiri dan pergerakan tanah di Baeud, Kecamatan Warungkiara.
“Sementara yang di Kecamatan Ciracap, itu memang secara geografis tidak ada hambatan, hanya jarak tempuhnya saja. Karena keberadaan bandara ini, diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh wisatawan saja, melainkan masyarakat luas juga,” beber Thendy.
Disinggung soal luasan bandara, Thendy menyebutkan memang untuk tahap pertama atau run way ini hanya 150 hektare. Hanya saja, luasan ini diprediksikan akan bertambah setelah melihat perkembangan ke depan.
“Nanti akan bertambah, hanya memang untuk sekarang itu 150 hektare. Karena nantinya diharapkan, tidak hanya pesawat ATR 16 saja, melainkan sampai ATR 72,” pungkasnya.
(ren)





