BERITA UTAMA

Balita 2 Tahun Tanpa Anus di Cicurug Sukabumi, Membutuhkan Bantuan

×

Balita 2 Tahun Tanpa Anus di Cicurug Sukabumi, Membutuhkan Bantuan

Sebarkan artikel ini
Balita 2 Tahun Tanpa Anus di Cicurug Sukabumi
Kondisi kesehatan Nurmala (2) asal Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir.

SUKABUMI – Seorang balita, Nurmala asal warga Kampung Sindangpalay RT 04/06, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus sejak lahir. Untuk buang air besar, bayi berusia 2 tahun ini, terpaksa melalui lubang yang dibuat di perut sebelah kiri.

Balita yang merupakan hasil dari pasangan buah hati Suhandi (40) dan Marlina (30) ini, diketahui telah mengalami kelainan tersebut sejak lahir, tepatnya setelah dua hari kelahiran anaknya. “Anak saya itu, lahirnya pada 22 September 2022 lalu,” kata Suhandi pada Jumat (02/08).

Bank bjb Tandamata

Menurut Suhandi, saat proses persalinan atau melahirkan anak tercintanya, telah ditangani oleh bidan. Waktu melahirkan Nurmala, bidan tersebut tidak mengetahui bahwa anaknya tidak memiliki lubang anus. “Namun setelah 2 hari dirumah, ternyata baru di ketahui bahwa anak saya tidak memiliki lubang anus,” paparnya.

Setelah mengetahui bahwa sang buah hatinya tidak memiliki lubang anus, kemudian, ia telah membawa anak tercintanya ini ke Rumah Sakit Bakti Medicare Cicurug (BMC), untuk dilakukan pemeriksaan medis. “Nah, hasil dari pemeriksaan dokter bahwa Nurmala harus di rujuk ke RSUD R. Syamsuddin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan tindakan operasi,” tukasnya.

Sebelum di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Suhandi terlebih dahulu telah mengurus BPJS Kesehatan. “Iya, karena keterbatasan anggaran, akhirnya kami memilih menggunakan BPJS. Proses pengurusan BPJS selesai sampai 2 hari,” paparnya.

Setelah selesai pengurusan BPJS, kata Suhandi, Nurmala langsung di rujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, untuk mendapatkan tindakan medis secara intensif. Setiba di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Nurmala langsung dilakukan operasi usus di bagian perut.

Hal ini, dimaksudkan untuk membuat lubang Buang Air Besar (BAB). “Anak saya itu, proses operasinya di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi ini, ketika baru berumur sekitar satu mingguan,” bebernya.

Setelah operasi pertama selesai, ujar Suhandi, tepatnya setelah 6 bulan Nurmala akan kembali dilakukan operasi ke 2, untuk membuat lubang anus. Namun demikian, berdasarkan keterangan dari tim medis di RSUD R Syamsuddin SH Kota Sukabumi, bahwa Nurmala menderita penyakit plek paru- paru dan jantung bocor.

“Anak saya itu, harus berobat jalan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabui, karena jarak yang cukup jauh, akhirnya saya meminta untuk berobat jalan ke rumah sakit terdekat, yaitu RS BMC,” timpalnya.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya ketika Nurmala menginjak usia 18 bulan, kondisi kesehatan anaknya tersebut mengalami kritis.

Setelah itu, pihak keluarganya bergegas membawa kembali Nurmala ke ruang IGD Rumah Sakit BMC, untuk di lakukan tindakan medis.

Namun, karena fasilitas dan sarana serta prasarana yang kurang memadai, akhirnya Nurmala di rujuk ke Rumah Sakit Ummi Bogor. “Setelah dirawat di Rumah Sakit Ummi Bogor, selama satu minggu. Alhamdulillah penyakit plek paru- paru anak saya bisa sembuh,” bebernya.