Ironisnya, Anwar kini berada di tengah dua pusaran hukum. Di satu sisi ia menuntut keadilan atas kematian anaknya, di sisi lain ia dilaporkan oleh mantan istrinya, Lisnawati, atas dugaan penelantaran anak. Sebuah posisi yang membuat publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang akan keluar sebagai pihak yang benar?
Kini, bola panas berada di tangan penyidik Polres Sukabumi. Hasil otopsi akan menjadi penentu: apakah luka-luka di tubuh NS hanyalah kecelakaan, atau bukti kekejaman orang terdekat. Di balik semua hiruk-pikuk hukum, satu hal tetap jelas—suara terakhir NS tidak boleh hilang begitu saja.(den/d)




