BERITA UTAMACIANJUR

Ayah dan Dua Anak Meninggal, Akibat Dihantam Tronton

CIANJUR – Alat canggih bernama 3D Laser Scanner harus diturunkan Tim Analisys Accident Polda Jawa Barat (Jabar) untuk mengetahui petunjuk kronologis penyebab kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang di Kampung Gekbrong, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong pada Rabu (17/12) malam sekitar pukul 23:00 WIB.

Petugas kepolisian harus menutup jalur dari dua arah Cianjur-Sukabumi untuk melakukan scanning. Arus lalulintas ditutup total. Tim dari Polda Jabar dan Satlantas Polres Cianjur melakukan pemetaan dan gambar dilengkapi dengan keterangan saksi dan bukti di lapangan.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adi Pratama, mengatakan scanning dan olah tempat kejadian perkara merupakan rangkaian untuk mendapat petunjuk kronologis kecelakaan truk tronton bermuatan pasir tersebut.

“Olah TKP sedang kami lakukan. Proses scanning juga ditempuh untuk mendapatkan petunjuk kronologis rangkaian kecelakaan ini,” ujar Ricky.

Ia menambahkan, belum bisa memastikan penyebab utama truk maut tersebut meluncur bebas mundur. “Scanning dan olah TKP akan memastikan faktor apa saja penyebab kecelakaan ini,” kata Ricky.

Kejadian maut ini diduga karena truk bermuatan pasir yang melebihi kapasitas. Sebuah tronton B 9995 BYV, mundur menghantam kios sembako saat menempuh tanjakan Gekbrong, Jalan Raya Cianjur Sukabumi Rabu (17/12) malam. Akibatnya tiga orang penghuni kios tewas seketika dan dua orang lainya mengalami luka-luka.

Loading...

Seluruhnya merupakan satu keluarga dan tertimbun reruntuhan kios yang ambruk pasca tertubruk tronton. Proses evakuasi korban berlangsung lebih dari enam jam. Saat dilakukan evakuasi, petugas pertama kali menemukan dua orang anggota keluarga selamat yaitu seorang ibu Dede Sumarni (30) dan seorang anak balitanya Amelia (1).

Beberapa jam kemudian, petugas berhasil mengevakuasi Muhamad Su’eb (7) dan sang ayah Abunawas alias Dase (50) yang sudah tidak bernyawa. Korban terakhir yang sudah meninggal dunia berhasil dievakuasi adalah Muhamad Suhendar (4) yang ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB.

Anggota Damkar Kabupaten Cianjur Ade Risjan mengatakan selama enam jam korban terakhir baru bisa dievakuasi. “Kami menerima kabar sekitar pukul 23.00 WIB langsung menuju TKP. Tengah malam langsung terselamatkan dua orang,” kata Ade.

Menurutnya, korban meninggal sang ayah dievakuasi malam dan sudah meninggal. Lalu korban meninggal kedua Subuh pukul 05.00 WIB anaknya usia tujuh tahun yang ditemukan. “Terakhir anaknya lagi umurnya sekitar empat tahun yang ditemukan pagi ini (kemarin, red),” ungkapnya.

Ketua RT03/03, Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong, Dedi mengatakan, satu keluarga korban tabrakan maut tersebut, belum lama menempati kios sembako di pasar Gekbrong. “Paling sekitar dua bulan, mereka ada di sini dan mereka bukan penduduk asil di sini,” ujarnya.

Ia mengaku, saat kejadian sempat mendengar benturan keras, dan setelah sumber suara benturan itu didatangi, kondisi kios sudah amburuk tertubruk tronton.

“Waktu dengar benturan, memang saya sudah curiga, karena sekitar dua bulan kebelakang juga, kecelakaan yang sama sempat terjadi di daerah ini. Namun beruntung pada saat itu, kios yang dihantam dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. (dil)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button