Asyik Ngecrik di Sungai Cimandiri Sukabumi, Haji Didin Hilang

Sungai Cimandiri
Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian korban yang hilang terseret aliran Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/11).

SUKABUMI – Harusnya Didin (60) bisa pulang ke rumah dengan membawa hasil tangkapan ikan. Namun sayang, petaka itupun terjadi. Pria paruh baya itu dilaporkan hilang terseret luapan arus Sungai Cimandiri, Kampung Cisaat, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/11).

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, korban saat itu sedang menjaring ikan atau dalam istilah Sunda disebut ngecrik di aliran Sungai Cimandiri pada pukul 07:00 WIB. Namun nahas, korban diketahui hilang sekira pukul 12:00 WIB saat asyik menjaring ikan karena tiba-tiba saja aliran air sungai meluap lalu menyeret tubuh pria yang akrba disapa Haji Didin.

Bacaan Lainnya

“Iya betul ada warga Cisaat Palabuhanratu yang terseret sungai Cimandiri saat menjaring ikan terbawa arus sungai yang cukup besar. Sampai saat ini korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” ujar Kasat Pol Airud Polres Sukabumi AKP Tri Andri Affandi dalam keterangannya kepada Radar Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR, Hendra Sudirman mengatakan, seorang saksi bernama Ade (50) saat itu sempat melihat korban terseret arus. Tetapi tidak berhasil ditolong dan hingga saat ini korban belum ditemukan.

Untuk itu, kantor pencarian dan pertolongan Jakarta, menurunkan personil rescue dari Pos SAR Sukabumi dengan peralatan lengkap menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban,” ucap Hendar.

Hendra menyebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan yang ada di lapangan serta akan melakukan pencarian dengan membagi area pencarian menjadi dua. Pada search rescue unit (SRU) pertama melakukan pencarian menggunakan perahu karet dengan jarak 1 Kilometer dari lokasi kejadian.

“Kemudian SRU kedua melakukan pencarian visual jalur darat dengan jarak 1 Km dari lokasi kejadian,” tandasnya.

Adapun unsur-unsur tim SAR gabungan yang terlibat antara lain, Pos Sukabumi, Polres Sukabumi, Polsek Pelabuhanratu, Polair Sukabumi, Pemdes Citarik, Damkar Palabuhanratu, Satpol PP, Sarda, P2BK Pelabuhanratu, Karang Taruna, Rapi, MRI ACT Kabupaten Sukabumi, IEA Sukabumi, FAJI Sukabumi, CBP Sukabumi, masyarakat setempat, dan keluarga korban. (ris/d)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *