SUKABUMI— Setelah menjalani perjalanan panjang, Taman Bumi Nasional Geopark Ciletuh Palabuanratu, Kabupaten Sukabumi memasuki masa penentuan apakah diterima menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) atau Sebaliknya.
Pada bulan April mendatang nasib Geopark Ciletuh Palabuhanratu beserta Rinjani Lombok bakal memasuki sidang putusan di UNESCO apakah Geopark Ciletuh Palabuhanratu layak menjadi UGG atau tidak.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami membenarkan bahwa bulan April mendatang dirinya akan ke Prancis untuk memastikan apakah Geopark Ciletuh bisa diterima atau tidak. Menurutnya, sebetulnya diutus oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk datang ke Prancis pada bulan April kemudian jika diterima bakal dilanjutkan UGG dikukuhkan di Kota Milan, Italia pada bulan September 2018 mendatang.
“Sebetulnya yang harus datang adalah pak Gubernur (Aher red), namun Pak Gubernur Meminta General Manajer (GM), saya yang berangkat. Alasannya beliau sibuk politik untuk pemenangan kepala daerah, “ujar Marwan kepada sejumlah awak media pada saat menghadiri kegiatan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/3).
Kawasan Geoprak seluas 148 ribu hektare tersebut memang satu-satunya icon Kabupaten Sukabumi yang perlu didukung oleh warga masyarakat agar pada proses pengukuhan berjalan dengan lancar. Menurutnya setelah ini, Marwan melanjutkan setelah proses ini berjalan UGG bakal dikukuhkan di Milan, Italia pada bulan September 2018 mendatang.
“Dengan sudah dikukuhkan UGG, bisa menjadi semangat baru untuk membangun Kabupaten Sukabumi ke depan, lebih baik lagi, “ujar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi tersebut.



