SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Hamami disebut bakal menjadi salah satu kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Hal ini diucapkan oleh pengamat politik Sukabumi M Tahsin Roy.
Menurut Roy, Andri Hamami adalah figur yang kuat untuk menjadi calon bupati Sukabumi.
“Ya, saya kira Pak Andri Hamami adalah sosok alternatif yang memiliki banyak keuntungan secara politik pada Pilkada 2024 mendatang,” kata Roy kepada Radar Sukabumi, Kamis (20/1).
Roy pun menjelaskan dua keuntungan politik tersebut. Pertama, pergerakan reformasi di Sukabumi saat ini tidak berjalan dengan progresif alias masih beketergantungan dengan golongan elit. Dan kedua, persoalan krisis figur.
“Selain itu, soal posisi Pak Andri Hamami. Dia berada di tengah dalam proses perubahan politik. Ya, tokoh sentra. Dan dia juga bisa dikatakan dari golongan muda. Sehingga ini menjadi privilege Andri Hamami untuk jadi calon bupati Sukabumi,” paparnya.
Faktor lainnya yang dimiliki Andri Hamami adalah soal pengalaman. Jabatan yang diembannya saat ini menjadi Wakil Wali Kota Sukabumi dapat mendongkrak elektabilitasnya.
Lebih lanjut, Andri Hamami sendiri merupakan adik kandung dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Dalam hal ini, Roy tidak ingin membenarkan adanya Marwan-effect sehingga muncul gagasan dinasti politik.
“Saya tidak ingin mengatakan ada pengaruh elektoral atau Marwan-effect. Tapi, pasti orang lama yang mengatur suksesi di balik layar. Sehingga memungkinkan orang-orang seperti Andri Hamami penerus estafet kepemimpinan sebelumnya. Karena dia ada di lingkaran nama besar (Hamami) itu,” bebernya.
Roy pun meyakini, jika dilakukan survey terhadap figur-figur yang bakal mewarnai kontestasi Pilbup Sukabumi 2024 mendatang, maka Andri Hamami menempati posisi teratas.
“Peluang Andri Hamami bisa dikatakan sangat besar. Apalagi kalau bisa berpasangan dengan yang berpengalaman di pemerintahan. Komposisinya jadi ideal,” tutupnya. (izo)






