Menurutnya, para kader muda sudah sangat siap merumuskan konsep pemenangan dan kebijakan publik. “Jadi kalau untuk itu Pak Ketum, ini luar biasa. Kami bangga dengan para peserta yang menunjukkan intelektualitasnya dari mereka yang pada dasarnya adalah orang-orang yang kompeten,” ujar Ace.
Salah satu peserta dari DKI Jakarta, Jesslyn Katherine mengungkapkan bahwa salah satu dari materi pendidikan ini adalah untuk merumuskan kebijakan publik yang berkualitas. “Kami di sini memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana untuk menjadikan pelayanan publik dapat diandalkan, mampu mentransformasi institusi politik di Indonesia untuk menjadi lebih inovatif, akuntabel, dan transparan,” ujar Jesslyn.
Sementara itu, peserta asal Sulawesi Tenggara, Alam Nasrul menyebut bahwa Golkar Institute akan menjadi wadah pemikir bagi Partai Golkar. “Kami dan teman-teman sangat berharap Golkar Institute ke depan menjadi think tank Partai Golkar yang siap beradaptasi setiap perubahan,” kata Nasrul.






